Home » News » Berusaha Memeadamkan Api, Seorang Nenek Tewas Terbakar

Berusaha Memeadamkan Api, Seorang Nenek Tewas Terbakar



Ponorogo – Ketika berusaha memadamkan api yang membakar hutan pinus di RPH Sooko BKPH Wilis selatan, Mbah Yatinem (52) tewas terbakar. Mbah Yatinem justru tersulut api hingga terjatuh dan akhirnya terbakar kobaran api hingga tewas.

Berusaha Memeadamkan Api, Seorang Nenek Tewas Terbakar

Ilustrasi

Data yang dihimpun dari polisi mengatakan bahwa warga Desa Ngoadirojo, Kecamataan Sooko ini sebelumnya membakar ranting-ranting yang ada di lahannya. Namun api tersebut menjalar karena angin berhembus kencang dan lokasi lahannya dekat dengan lahan Perhutani membuat percikan api pun menyambar lahan hutan pinus.

Baca juga : Ricuh, Deklarai 2019 Ganti Presiden di Surabaya Mendapat Penolakan

Karena panik, Mbah Yatinem memadamkan api dengan menggunakan ranting. Nahas, di tengah usahanya memadamkan, badan Mbah Yatinem sempat tersulut api dan akhirnya terjatuh dan terbakar hingga tewas.

“Korban memang sengaja membakar ranting untuk musim tanam selanjutnya, tapi karena anginnya kencang akhirnya api ke hutan pinus,” tutur Kapolres Ponorogo AKBP Radiant kepada detikcom, Minggu (26/8/2018).

Tewasnya Mbah Yatinem awalnya tidak diketahui warga. Saat terjadi kebakaran hutan, warga dan petugas hutan berusaha mendatangi lokasi kebakaran dan berusaha memadamkan.

Usai berhasil memadamkan api warga pun hendak pulang, ada salah satu warga yang melihat seperti boneka yang terbakar. Saat didekati ternyata bukan boneka melainkan tubuh Mbah Yatinem

“Warga dan anggota kami pun berusaha mengevakuasi dan membawa korban kembali ke rumah untuk segera dimakamkan,” tandas dia.

Radiant pun mengimbau warga untuk tetap berhati-hati saat berusaha memadamkan api. Jika tidak, bisa menimbulkan bahaya.

“Alangkah lebih baik kalau disampaikan ke petugas atau warga lain untuk berusaha memadamkan bersama, jangan sampai sendirian. Bahaya,”pungkas Radiant.

(Png – sisidunia.com)