Home » News » 2 Polisi Yang Menjadi Korban Belum Bisa Dimintai Keterangan

2 Polisi Yang Menjadi Korban Belum Bisa Dimintai Keterangan



Jakarta – Dua polisi di Cirebon menjadi korban penembakan. Aiptu Dodon dan Aiptu Widi masih dalam kondisi terguncang dan labil sehingga masih belum bisa dimintai keterangan meski sudah adar.

Polisi Tembak Pencuri Motor di Kramat Jati

Ilustrasi

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Truno Yudo Wisnu Andiko menyatakan, keduanya masih menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon. Tim kedokteran dari RS Polri, Sartika Asih ikut diterjunkan untuk membantu memeriksa kondisi korban.

Baca juga : Api Melahap Bangunan di BJ Home

“Korban saat ini masih dalam kondisi labil dan shock. Proyektil sudah dikeluarkan (dari tubuh korban) nanti diperiksa secara forensik untuk diketahui jenis senjatanya,” katanya saat ditemui usai acara Pembekalan PKB Juang di Jalan Sudirman, Kota Bandung, Sabtu (25/8/2018).

Dengan demikian, polisi yang saat ini memburu para tersangka hanya bermodal dengan data yang ada di TKP. Selain dengan Polres Cirebon, Polda Jabar sudah berkoordinasi dengan Densus 88 Anti-Teror.

Dari olah TKP diketahui para tersangka menembak dua kali ke arah mobil polisi di bagian kaca sebelah kanan dan sebelah kiri bagian depan.

“Pelaku sementara kita masih lidik. Tim gabungan Polda, Polres dan beberapa fungsi untuk pengejaran dengan pentunjuk awal dari olah TKP. Nanti pendalaman (identifikasi pelaku) dilakukan setelah ada keterangan dari korban,” terangnya.

Truno tidak mau berasumsi aksi tersebut didalangi oleh teroris. Sejauh ini, penembakan tersebut masih dalam kategori kriminal murni.

“Apapun pasti tindak pidana. Kita tidak mau berasumsi, menunggu korban pulih. Doakan agar kondisi korban cepat pulih agar bisa diminta keterangan,” Truno memungkasi.

Aiptu Dodon dan Aiptu Widi mengalami luka di tangan dan dada usai ditembak 3 orang dikenal. Dua anggota Polantas Polda Jabar itu menjadi korban penembakan saat melakukan patroli di Kilometer 224 Tol Cipali, Cirebon, Kabupaten Jawa Barat, Jumat (24/8/2018) malam.

Kronologi penembakan berawal saat keduanya bertugas di lokasi dan melihat tiga orang berada di tepi jalur tol. Aiptu Dodon dan Widi kemudian berhenti dan menegur para pelaku untuk meninggalkan lokasi.

Namun, teguran itu direspons satu dari tiga pelaku dengan mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya ke arah petugas hingga terjadi baku tembak.

Akibat tembakan itu Aiptu Dodo mengalami luka di dada dan rahang sementara Aiptu Widi terluka di tangan. Saat ini korban sedang dirawat di RS Mitra Plumbon.

(Png – sisidunia.com)