Home » Gaya Hidup » Tanda-tanda Depresi Setelah Lulus Kuliah, Berikut 5 Tandanya

Tanda-tanda Depresi Setelah Lulus Kuliah, Berikut 5 Tandanya



Jakarta – Depresi setelah lulus kuliah adalah hal yang nyata untuk kebanyakan orang. Hal itu dapat menghantui kita dalam beberapa hari, atau bahkan dalam setahun penuh setelah kuliah.

Tanda-tanda Depresi Setelah Lulus Kuliah, Berikut 5 Tandanya

Ilustrasi

Sebab, mahasiswa yang baru saja lulus kuliah akan menghadapi masa transisi dari dunia kuliah ke dunia kerja yang kondisinya sangat berbanding terbalik dengan masa kuliah.

Baca juga  : Indonesia Menjadi Kiblat Gaya Hijab Dunia

Meskipun, depresi ini bukanlah penyakit mental yang dapat didiagnosis, tetapi depresi usai lulus kuliah ini merupakan topik yang penting untuk ditelusuri. Karena biasanya Anda merasa sedikit cemas, kesepian, atau kebingungan ketika Anda berada di dunia pencarian pekerjaan.

Dikutip dari laman HerCampus.com, Minggu (19/8/2018), inilah lima tanda Anda sedang mengalami depresi usai lulus kuliah :

1. Sangat tidak teratur

Sebagai seorang mahasiswa, jadwal Anda pasti sudah tersusun dengan baik. Namun semuanya akan berubah ketika Anda berada dalam dunia kerja. Di dunia kerja tanggung jawab adalah 100% pada diri kita. Anda mungkin merasa tidak memiliki banyak kendali atas hidup karena Anda tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, dan itulah hal yang membuat stres.

Untuk mengatasi kekacauan ketidakteraturan dalam hidup Anda, buatlah daftar tugas baru. Dengan menetapkan tujuan untuk diri sendiri setiap harinya dan secara fisik mencoretnya dalam daftar, Anda akan merasa jauh lebih baik dan seolah-olah Anda memiliki hidup yang terarah.

2. Motivasi hidup berkurang

Krisis motivasi hidup akan terjadi ketika Anda putus asa dalam mencari pekerjaan dan memiliki perasaan yang pesimis. Krisis ini juga dapat terjadi ketika Anda memiliki pekerjaan yang tidak disukai dan tidak ada dorongan untuk mengeluarkan kreatifitas.

Akan tetapi, perlu menjadi catatan bahwa adalah sebuah hal yang normal untuk merasakan rasa frustasi ketika berada pada tahap awal karir.

Untuk mengatasinya, coba berpikir untuk ke depan. Tidakkah masa depan menginginkan Anda untuk terus mengejar pekerjaan dan meningkatkan posisi? Untuk itu, maka fokuslah pada tujuan jangka panjang dan Anda akan melewati masa-masa itu dengan mudah.

3. Suka membandingkan diri lewat sosial media

Sosial media memberikan kita kesempatan untuk tetap menjaga pertemanan kita, tetapi membandingkan diri sendiri dengan orang lain lewat sosial media dapat sangat berbahaya bagi kesehatan mental seseorang.

Untuk mengurangi penggunaan media sosial, Anda dapat membalikkan efek dari perilaku ini dengan mengubah pola pikir Anda. Sadarilah bahwa semua orang di sekitar Anda mencoba untuk membuat kehidupan mereka tampil sempurna melalui media sosial. Mereka tidak mau memperlihatkan keresahan terdalam mereka, perjuangan finansial mereka atau hari-hari sedih mereka. Setelah Anda menyadari bahwa setiap orang berurusan dengan masalah mereka sendiri, masalah Anda tidak akan terasa lebih ringan.

4. Butuh dukungan

Tidak memiliki orang terdekat yang mendukung kita menyebabkan stress serta kurang motivasi.

Jika Anda tidak memiliki teman kampus atau keluarga dekat, cobalah buat hal yang mendukung dan memotoivasi Anda secara mandiri. Rekan kerja atau atasan Anda dapat menjadi mentor yang hebat dalam membantu Anda menemukan karir dan mendorong Anda menjadi lebih baik.

5. Hidup yang stagnan

Usai lulus kuliah, sementara maish mencari kerja, kadang terbersit bahwa hidup Anda begitu stagnan. Kendati demikian, Anda harus tetap bergerak.

Lulusan dari Emmanuel College Autumn Dube menjelaskan, betapa pentingnya memberi diri sendiri hal-hal yang berbeda dari rtuinitas semasa kuliah.

“Buatlah rencana setiap minggu atau bulan yang membuat Anda bersemangat untuk terus berjalan. Entah itu bertemu dengan teman lama untuk minum kopi, melihat konser atau mengunjungi kota-kota baru, memberikan alasan menyenangkan diri sendiri untuk selalu menantikan masa depan Anda. Ini membuat keadaan pikiran mu saat ini lebih positif!”

(Png – sisiduna.com)