Home » News » Seorang Siswa Dianiaya Oleh Senior di Sekolah Polisi

Seorang Siswa Dianiaya Oleh Senior di Sekolah Polisi



Depok – Robert Wanggai (16) menga penganiayaan seniornya di sekolah ke polisi. Ia sempat meminta orang tua tidak melaporkan. Sebab, Robert diancam oleh seniornya.

Seorang Siswa Dianiaya Oleh Senior di Sekolah Polisi

Gambar ilustrasi

“Terakhir, saat korban pulang sekolah, salah satu pelaku di tempat–nggak tahu pelakunya ikut mukulin atau tidak saya nggak tahu–kata Robert pelaku ngomong gini, ‘Sori ya, maaf nih, Bet, tapi sudahlah nggak usah di ini-iniin (melapor) daripada lu besok kena lagi,'” kata kakak sepupu korban, Bobby, kepada wartawan di RS Ghra Permata, Beji, Depok, Senin (20/8/2018).

Baca juga : Video, Sikap Pengendara Cantik Ini Bikin Petugas Bingung

“Jadi ada intimidasi (dari senior). Makanya saat dia sampai rumah, pas mamanya mau lapor ke sekolah, korban bilang, ‘Nggak usahlah Ma, daripada besok Robert dipukulin lagi,” cetusnya.

Bobby menjelaskan penganiayaan itu terjadi pada 16 Agustus 2018. Saat itu, korban dipanggil oleh kakak kelasnya ke sebuah ruang kelas di sekolah.

“Nah, awalnya itu si korban mikir bahwa dia akan ikut lomba karena dipanggil oleh kakak kelasnya, mau 17 Agustusan karena mau ikut lomba nih. Katanya, ‘Bet lu dipanggil ke bawah’. Ya sudah, dia ke bawah dan di situ sudah ditunggu sama beberapa orang, dan ditatarlah di situ,” ungkapnya.

Namun ternyata, usai di dalam ruangan itu, korban dianiaya. Korban mendapatkan kekerasan fisik dari seniornya.

“Di situ dipukulin dan disuruh push up dan lain-lain. Kejadiannya sampai gimana nggak tahulah dan di situ ada beberapa orang memang sampai akhirnya harus dibawa pulang, lalu kata dokter harus dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Korban kemudian dibawa pulang ke rumahnya oleh teman-temannya setelah mengalami pusing. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit karena kondisinya semakin parah.

“Dibawalah ke RS sini, lalu dilakukan USG dan ternyata di limpanya ada pendarahan dan pecah. Itu harus masuk ICU, dioperasi dan diangkat. Kejadiannya seperti itu,” paparnya.

Menurut Bobby, di ruangan itu korban tidak hanya sendirian. “Posisinya (di ruangan) kata adik saya ramai, sudah banyak orang. Cuma yang duduk depan korban ini pelaku ada beberapa orang. Itu kejadian di lantai dua, di ruang kelas 2,” sambungnya.

Selain ditendang di bagian perut, kepala korban juga diinjak-injak. Akibat kejadian itu, limpa korban pecah.

“Jadi tadi ada luka memar biru-biru di area pinggang dan perut korban, lalu sempat dipukul juga ke arah muka saat dia bangun dan yang paling parah itu perutnya (menunjuk bagian perut tengah) ditendang. Saya nggak tahu pas lagi push up atau pas lagi telentang atau diinjak, saya nggak tahu. Di situ kurang tahu saya, korban melakukan perlawanan atau tidak, sudah blank katanya,” tuturnya.

(Png – sisidunia.com)