Home » News » Warga Sempat Diperingatkan Bocah 4 Tahun Sebelum Terjadi Gempa

Warga Sempat Diperingatkan Bocah 4 Tahun Sebelum Terjadi Gempa



Jakarta – Warga baru saja terlepas dari trauma saat gempa 7 Skala Ritcher kembali mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018) petang. Gempa besar ini tepat seminggu, setelah gempa besar pertama, 6,4 SR, mengguncang Lombok juga di hari Minggu.

Warga Sempat Diperingatkan Bocah 4 Tahun Sebelum Terjadi Gempa

Ilustrasi

Seorang warga yang tinggal di bawah Gunung Rinjani, Desa Montong Betok, Lombok Timur menceritakan, sebelum gempa dahsyat 7 SR mengguncang bumi Lombok, seorang bocah berusia sekitar 4 tahun memperingatkan bahwa akan ada sesuatu yang lebih besar akan datang.

Baca juga : Hakim Vonis Penjara Seumur Hidup Dokter Pembunuh Istrinya

Bocah perempuan ini tinggal bersama kakek-neneknya, yang oleh warga setempat sangat ditokohkan dan dihormati.

“Kakek neneknya orang ‘pintar’, ditokohkan di sini. Anak itu ngomong ke kakek-neneknya ‘sesuatu yang besar akan datang’, kita disuruh berjaga-jaga,” ujar warga bernama Zaenal, Selasa (7/8/2018).

Si anak tersebut mengatakan, sesuatu yang oleh warga dibaca sebagai bencana akan datang pada malam Sabtu. Warga yang mendapat informasi ini pun berjaga-jaga. Semalaman mereka berjaga.

“Kita semua di kampung ini berjaga-jaga, tidak ada yang berani tidur,” ungkap bapak satu anak ini.

Namun, pada malam yang disebut ternyata tidak terjadi apa-apa, juga tidak ada gempa. Warga pun lega dan tidak lagi berjaga.

Pada hari Minggu, 5 Agustus 2018, tiba-tiba bocah perempuan itu keluar rumah. Dia terus menatap langit.

“Tidak ada yang tahu kenapa anak itu terus melihat langit,” ucap Zaenal. Warga yang tidak berpikir macam-macam tidak menganggap itu sebagai pertanda.

Saat malam mulai datang, warga di desa itu tinggal di rumah masing-masing dan beraktivitas normal.

Tiba-tiba saja usai salat Isya, bumi berguncang keras dan lama. Warga ketakutan, berteriak panik sambil berhamburan keluar rumah, menerobos derasnya hujan, tanpa menghiraukan angin dingin yang menusuk tulang.

Dengan hanya pakaian seadanya yang menempel di tubuh, tanpa mengingat apa-apa, kecuali anak dan anggota keluarga yang ada di dekat mereka warga lari menyelamatkan diri .

(Png – sisidunia.com)