Home » News » Hakim Vonis Penjara Seumur Hidup Dokter Pembunuh Istrinya

Hakim Vonis Penjara Seumur Hidup Dokter Pembunuh Istrinya



Jakarta – Dokter pembunuh istrinya, Ryan Helmi divonis hukuman penjara seumur hidup oleh Hakim Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur Puji Harian. Vonis ini dijatuhkan lantaran Ryan Helmi dinilai terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap istrinya yang juga seorang dokter, Letty Sultri, sekaligus memiliki senjata api tanpa izin.

Hakim Vonis Penjara Seumur Hidup Dokter Pembunuh Istrinya

Hakim Vonis Penjara Seumur Hidup Dokter Pembunuh Istrinya

“Mengadili, menyatakan terdakwa Ryan Helmi alias Helmi alias Helmi terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan pembunuhan berencana, dan terbukti secara sah dan menyakinkan telah melakukan tindak pidana tanpa hak memiliki senjata api. Menjatuhkan pidana kepada Ryan Helmi dengan pidana penjara seumur hidup,” kata Puji Harian di PN Jakarta Timur, Selasa (7/8/2018).

Baca juga : Miris, Bocah 14 Tahun Ini Sudah Jadi Kurir Narkoba

Selain itu, Hakim Ketua Puji Harian juga meminta terdakwa untuk membayar biaya perkara. Dia juga memerintahkan Ryan Helmi tetap ditahan.

“Memerintahkan terdakwa untuk tetap ditahan,” ujarnya.

Dalam putusan itu, majelis hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Majelis hakim menilai tindakan yang dilakukan oleh Ryan Helmi tergolong sadis dan kejam, karena telah melakukan pembunuhan berencana terhadap dr Letty Sultri.

“Hal yang memberatkan perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa (Ryan Helmi) dilakukan kepada istrinya sendiri, yang seharusnya dilindungi dan disayangi. Perbuatan terdakwa tergolomg kejam dan sadis,” ucapnya.

Untuk hal yang meringankan terdakwa, Ryan Helmi dinilai telah bersikap sopan selama persidangan dan mengakui perbuatannya.

“Selama persidangan bertindak sopan dan mengakui perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan tidak pernah melanggar hukum. Terdakwa tetap dipenjara,” tutupnya.

Dokter Helmi menembak istrinya hingga tewas di tempat praktek sang istri, Klinik Azzahra, Cawang, Jakarta Timur, November 2017. Hanya karena masalah rumah tangga, ia tega menghabisi nyawa istrinya.

(Png – sisidunia.com)