Home » News » Presiden Filipina Lindas Puluhan Mobil Mewah Demi Kampanye Anti Korupsi

Presiden Filipina Lindas Puluhan Mobil Mewah Demi Kampanye Anti Korupsi



Jakarta – Preisiden Filipina Rodrigo Duterte menghancurkan motor dan mobil yang harganya setara dengan Rp79 miliar sebagai bentuk kampanye anti korupsi.

Presiden Filipina Lindas Puluhan Mobil Mewah Demi Kampanye Anti Korupsi

Presiden Filipina Lindas Puluhan Mobil Mewah Demi Kampanye Anti Korupsi

Dirilis dari video pemerintah Filipina, Duterte terlihat sedang menyaksikan sebuah bulodozer menggilas motor dan mobil yang disebut sebagai barang selundupan itu.

Baca juga : Unik, Kucing Ini Bisa Merayap di Tembok

Mobil-mobil yang digilas buldozer pada Senin (30/7/2018) lalu itu merupakan mobil mewah merk kenamaan seperti Porsche, Mercedez-Benz, dan Lamborghini.

Pemerintah Filipina menyatakan, sedikitnya 800 kendaraan masuk ke Filipina secara ilegal.

Bukan kali pertama Rodrigo Duterte menghancurkan kendaraan mewah tersebut. Februari silam, ia telah menghancurkan 30 unit kendaraan mewah.

Menurut Duterte, jika mobil mewah itu dijual melalui lelang, justru akan mengundang sindikat kejahatan menawarkan kendaraan itu menggunakan identitas palsu. Makanya ia memilih menghancurkan kendaraan itu.

Sejak terpilih menjadi Presiden Filipina, Rodrigo Duterte berkeinginnan kuat untuk memerangi praktik korupsi di negaranya.

Jika dirinya gagal memerangi korupsi, Duterte berjanji akan mundur dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Filipina.

Kebijakan yang sama sudah dilakukan Wali Kota Vilnius Arturas Zuokas. Zuokas akan sangat marah bila mendapati kendaraan mewah parkir sembarangan.

Tahun 2015 lalu, Zuokas pernah membawa tank militer untuk menghancurkan kendaraan yang parkir tidak pada tempat peruntukannya.

Zuokas tak pandang bulu, sekalipun kendaraan tersebut milik orang kaya, ia akan tetap menggilasnya dengan tank jika mobil itu parkir sembarangan di jalan raya.

Menurut Zuokas, pengendara mobil harus menghormati pengguna jalan lain seperti pejalan kakai dan pengguna sepeda. Mereka yang melanggar peraturan, kata Zuokas, tidak bisa ditoleransi.

(Png – sisidunia.com)