Home » Gaya Hidup » Olahraga Rutin Mampu Menjaga Kesehatan Jantung

Olahraga Rutin Mampu Menjaga Kesehatan Jantung



Jakarta – Hari Kesehatan Jantung Sedunia atau WHD (World Heart Day) diperingati setiap tanggal 29 September. Ini merupakan sebuah momentum untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya hidup sehat guna mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.

Olah Raga Rutin Mampu Menjaga Kesehatan Jantung

Ilustrasi

Seperti diketahui penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) adalah pembunuh nomor satu di Indonesia bahkan dunia. Sebab, hampir 17,5 juta jiwa meninggal setiap tahunnya akibat penyakit tersebut.

Baca juga : Inilah Efek Minum Susu Kental Manis Setiap Hari

Dua Daerah di Indonesia yang Masyarakatnya Rentan Terkena Penyakit Jantung
Oleh karena itu, untuk meningkatkan awarness masyarakat terhadap kesehatan jantung, YJI mendorong masyarakat Indonesia agar mulai rajin berolahraga sebagai bagian gaya hidup sehat.

Menurut Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Syahlina Zuhal, YJI juga memberikan komunikasi, informasi dan pengetahuan dengan program interaktif yakni ‘Sehat itu Keren’, dengan merangkul berbagai kalangan, seperti lingkungan profesional, pecinta olahraga, komunitas seni dan pecinta seni.

“Jantung Indonesia menggelar beberapa aktivitas mengacu ajakan hidup sehat melalui kompetisi penghargaan, talkshow dan olahraga yang melibatkan masyarakat umum pecinta fotografi dan olahraga,” ujarnya saat ditemui di kantor Yayasan Jantung Indonesia, belum lama ini.

Sebagai tambahan, diketahui Berdasarkan riset kesehatan dasar Indonesia dari 2007-2013, terdapat peningkatan signifikan atas kematian akibat penyakit jantung dan faktor-faktor risiko penyakit jantung di Indonesia.

Penyakit jantung sendiri telah menjadi beban kesehatan signifikan di Indonesia pada 2012. Kondisi ini mengakibatkan hilangnya produktivitas setara dengan 18 ribu tahun akibat kehilangan kemampuan (Disability-Adjusted Life Years, DALYS), sebanyak 17.500 di antaranya merupakan tahun-tahun yang hilang akibat kematian prematur, dan sisanya karena disabilitas akibat penyakit jantung.

Sementara, jantung koroner adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di 2012 yang merupakan 9% dari jumlah total kematian atau setara dengan 82,3 kasus per 100,000 penduduk.

(Png – sisidunia.com)