Home » News » Hari Pertama Sekolah, Siswa Ini Terkena Sayat Dikepalanya

Hari Pertama Sekolah, Siswa Ini Terkena Sayat Dikepalanya



Bandung – Akibat luka sayatan di kepalanya, Muhamad Rifki (16) pelajar kelas XI harus menjalani perawatan. Ia disayat menggunakan pisau cutter oleh temannya sendiri.

Hari Pertama Sekolah, Siswa Ini Terkena Sayat Dikepalanya

Ilustrasi

Kejadian tersebut, terjadi di salah satu SMA swasta ternama Jalan Kebon Jati, Bandung, Senin (16/6/2018) pagi tadi. Saat kejadian, Rifki yang akan mengikuti kegiatan Halal Bihalal di sekolahnya, bersenggolan di lahan parkir dengan rekan satu sekolahnya.

Baca juga : Gempa 4,7 SR Guncang Wilayah Garut

Kemudian terjadi adu mulut antara Rifki dan rekannya tersebut. Setelah itu tiba-tiba Rifki langsung disabet menggunakan pisau cutter oleh rekannya tersebut. Akibatnya Rifki pun terluka dan langsung di larikan ke rumah sakit oleh rekannya yang berada di lokasi kejadian.

Kejadian tersebut pun langsung diketahui pihak keamanan sekolah. Saat itu pihak sekolah pun langsung mendatangi korban dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Pihak kepolisian pun langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi lakukan pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian untuk mencari pelaku.

Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana, polisi langsung mengejar pelaku yang telah diketahui identitasnya. Alhasil cuma berselang satu jam dari kejadian polisi berhasil menangkap pelaku.

“Pelaku berinisial T teman satu sekolah dengan korban. Diamankan di kediamannya,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, saat ungkap kasus di Mapolres, Jalan Jawa, Bandung.

Pelaku diketahui merupakan pelajar kelas XI di sekolahnya. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui motif pelaku di sebabkan karena bersenggolan dengan korban saat tengah memarkirkan kendaraannya.

“Cutter dibawa oleh pelaku, alasannya untuk berjaga-jaga. Jadi dia enggak terima korban itu menyenggol dirinya saat tengah parkir,” jelasnya.

Hendro mengatakan, saat ini korban telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Santosa Bandung. “Korban dijahit di bagian belakang kepala sebanyak 12 jahitan dan 5 jahitan di bagian kening,” terangnya.

Sementara pihak sekolah menyebutkan, pelaku memang memiliki riwayat kurang baik di lingkungan sekolah. Kedati demikian, pelaku tidak memiliki catatan khusus di sekolah.

Pelaku dikenal sering melawan guru. Pelaku juga diketahui merupakan siswa yang diketahui sering berpindah sekolah. Soal prestasi akademik, pelaku diketahui cukup pintar di antara rekan lainnya.

“Dulu dia pernah di pesantren, kemudian ke SMA Negeri dan baru masuk ke (SMA) kita,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, tempat korban dan pelaku bersekolah, Hendra Yulianto, saat di temui wartawan.

Pelaku saat ini menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Bandung. Untuk proses hukumnya sendiri, pelaku akan diberikan pendampingan karena masih di bawah umur.

Pelaku mengaku menyesali perbuatannya. “Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi dan berjanji akan berguna bagi orangtua, bangsa dan negara,” ungkap pelaku.

(Png – sisidunia.com)