Home » Hiburan » Kritikan Iqbaal Ramadhan Mengenai Pendidikan di Indonesia

Kritikan Iqbaal Ramadhan Mengenai Pendidikan di Indonesia



Jakarta – Kini tak bisa lagi diabaikan ketika, Iqbaal Ramadhan menyebut fakta tentang dunia pendidikan di tanah air. Ia menganggapnya kondisinya gawat darurat.

Kritikan Iqbaal Ramadhan Mengenai Pendidikan di Indonesia

Iqbaal Ramadhan

“Yang pasti, Pendidikan di Indonesia itu gawat darurat, dan ini semakin sulit karena gua gak ngomongin 1 provinsi tapi seuruhnya sat indonesia, dimana setiap muridnya punya masalah yang berbeda, punya kebutuhan yang berbeda,” kata Iqbaal.

Bukan tanpa alasan jika Iqbaal kemudian menyimpulkan dunia pendidikan segawat itu.

Dengan data soal pendidikan di Indonesia, Ia mengaku tercengang. Ia merasa harus berbuat sesuatu untuk sekadar membantu memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.

“Data-data tentang pendidikan di Indonesia yang bikin gua tercengang, dan itu bikin gua ngerasa i must do something buat ngebantu pendidikan di Indonesia,” kata Iqbaal

Iqbaal menyebut, ia sempat membaca sejumlah riset tentang pendidikan di Indonesia.

Salah satunya data Programme for International Students Assessment (PISA), perihal kemampuan pelajar di setiap negara di sejumlah mata pelajaran.

“Negara maju itu diukur pencapiannya dari kemampuan anak-anaknya dari bidang sains, matematika,” kata Iqbaal.

“Kita itu ada di urutan ke 64 dari 65, kita peringkat kedua tapi dari bawah,” tambahnya.

Ketika ada data yang menyebutkan bahwa Indonesia butuh waktu 128 tahun untuk mengejar tertinggalnya di bidang pendidikan, ia juga tercengang saat mengetahui.

Baca juga : Meski Belum Punya Pacar, Via Vallen Sudah Mimpi Dilamar

Sebagai selebriti, mantan personil CJR itu punya cara untuk membantu memperbaiki sitem pendidikan di tanah air. Salah satunya menjadi brand ambassador aplikasi bimbingan belajar online.

“Buat gua jadi brand ambasador ruang guru gak sekedar gua posting foto, ini semua lebih dari itu gua ngerasa gua berkontribusi langsung buat ngerevolusi pendidikan di Indonesia. Ini adalah salah satu passion gua dalam membantu pendidikan di Indonesia,” katanya.

(Png – sisidunia.com)