Home » News » Larang Anak Makan Cemilan Manis, Ibu Ini Kena Kritik

Larang Anak Makan Cemilan Manis, Ibu Ini Kena Kritik



Inggris – Berlebihan itu memang tidak baik, seperti makanan manis yang anak konsumsi. Akan tetapi, bukan berarti kita melarang total anak untuk mencicipinya. Namun, inilah yang dilakukan ibu asal Inggris, Toni Buxton hingga dia mendapat kritikan.

Larang Anak Makan Cemilan Manis, Ibu Ini Kena Kritik

Ilustrasi

Tonia yang juga seorang chef dan penulis buku tentang makanan mengungkapkan bahwa dia melarang anak-anaknya memakan makanan apa pun yang mengandung gula, termasuk kue ulang tahun. Tonia muncul di Good Morning Britain untuk membahas kebijakan anti-gula yang dia pertahankan di rumahnya. Tonia menyamakan kecanduan gula dengan kokain. Makanya,
dia nggak membiarkan anak-anaknya makan camilan manis karena menurut Tonia mereka bisa ketagihan.

Baca juga : Tutup Gorong-gorong Underpass Mampang Dicuri, Sandiaga Kutuk Pencurinya

“Begitu kita mengonsumsinya, gula memiliki efek yang sama pada otak seperti kokain. Jadi, itu menjadi kacau. Setelah anak-anak mengonsumsinya, mereka menjadi heboh, berlarian, kemudian naik turun tangga dan kemudian menginginkan gula lebih banyak. Jadi, kita lebih baik nggak mengonsumsinya dan kami mengonsumsi sesuatu yang lebih baik daripada camilan manis,” kata Tonia yang merupakan ibu 4 anak dikutip dari Independent.

Amanda Jenner, seorang ahli parenting yang muncul di acara bincang-bincang bersama Tonia, nggak setuju dengan pendapatnya. Dia menyatakan bahwa dia pikir nggak apa-apa untuk memberikan makanan manis ke anak-anak selama jumlahnya nggak berlebihan.

Pendapat Tonia tentang masalah ini telah memicu perdebatan di antara orang tua di media sosial. Banyak orang tua yang nggak setuju dengan larangan total untuk anak mengonsumsi semua camilan manis.

“Ya ampun? Ini semakin bodoh! Justru kebahagiaan anak-anak saat pesta adalah makan kue dan permen karena nggak setiap hari bisa mengonsumsinya di rumah,” tulis salah satu orang tua di media sosial.

Sementara yang lain menulis, ‘Oh sebenarnya akan baik-baik saja jika dalam jumlah sedang dan bagus jika membuat mereka aktif bergerak’.

Namun, orang tua lain yang pro dengan Tonia, menyatakan orang tua memang harus mengurangi jumlah gula yang dikonsumsi anak-anak di tengah krisis obesitas masa kanak-kanak saat ini.

Soal anak-anak yang suka mengonsumsi makanan manis, Bun, kata psikolog anak Ajeng Raviando, jika anak maunya yang manis-manis melulu, artinya si kecil sudah punya kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Kebiasaan itu terbentuk dari perilaku yang dilakukan berulang kali, dalam waktu yang cukup lama.

Karena itu, kalau ingin mengubah kebiasaannya, tentu butuh waktu juga. Kita harus selalu ingat Bun, bahwa anak cenderung ikut melakukan sesuatu yang dia lihat. Maka itu, kita sebagai orang tua juga harus memberi contoh.

(Png – sisidunia.com)