Home » Travel & Kuliner » Diberi Nama Donug, Donat Ini Terbuat Dari Apa?

Diberi Nama Donug, Donat Ini Terbuat Dari Apa?



Jakarta – Donat selama ini mungkin hanya dipandang sebagai camilan yang biasanya dimakan di waktu senggang atau disajikan pada saat acara berkumpul bersama keluarga maupun kerabat. Namun, siapa sangka dari makanan berbentuk bulat itu dapat tercipta berbagai inovasi.

Diberi Nama Donug, Donat Ini Terbuat Dari Apa?

Donug

Anda tentu masih ingat beberapa waktu lalu donat mie goreng menjadi populer di Tanah Air. Sebelumnya di dunia ada pula tren cronut yaitu gabungan croissant dan donat. Lalu ada donat sushi dimana sushi dibentuk seperti donat. Kini muncul lagi tren donat baru yang bernama donug.

Baca juga : 6 Hotel Ini Bertemakan Pesawat dan Helikopter

Makanan ini diciptakan oleh seorang pria asal Skotlandia bernama Crag Carrick. Pada dasarnya donug merupakan nugget ayam berbentuk donat. Terbuat dari dari 98% ayam dan campuran rempah-rempah unik, donug memiliki tekstur gurih yang disukai oleh banyak orang.

Dilansir Evening Standard, Selasa (19/6/2018), Crag dan istrinya berkreasi dengan membuat donug. Kreasi mereka kemudian ditampilkan dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi di Australia. Hal inilah yang membuat donug mulai terkenal. Di media sosial pun sudah mulai banyak bermunculan tagar tentang makanan tersebut.

Cara pembuatan donug tidak jauh berbeda dengan donat mie goreng. Donug juga dimasak dengan cara digoreng. Langkah pertama untuk membuatnya adalah mencampur adonan antara ayam buras dan rempah.

Kemudian adonan dilapisi dengan tepung jagung dan roti. Setelah selesai digoreng, donat kemudian disajikan dengan 3 pilihan saus. Ada saus kari Jepang dengan mozarella, keju Dijon béchamel, atau saus cabe pedas.

Saat ini donug memang baru hanya dijual di Australia dengan harga £5 atau setara dengan Rp92 ribu. Tapi tidak menutup kemungkinan makanan ini akan menjadi tren di seluruh dunia. Sebab baru-baru ini Crag mendapatkan investasi besar dalam bisnis tersebut dan berencana mempopulerkan makanan ciptaannya.

(Png – sisidunia.com)