Home » News » Penganiayaan Berujung Kematian di Blitar Dikarenakan Ini

Penganiayaan Berujung Kematian di Blitar Dikarenakan Ini



Blitar – Satu jam setelah dianiaya Andika Wahyu Saputra, Imam Muhroji meninggal dunia. Keduanya terlibat duel maut di rumah AL, janda warga Kelurahan Gedok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

Penganiayaan Berujung Kematiandi Blitar Dikarenakan Ini

Ilustrasi

Tim ahli forensik didatangkan polisi dari RSUD Bhayangkara Kediri. Jasad Muhroji diperiksa secara teliti selama hampir empat jam di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Baca juga : Posting Injak dan Coret Alquran di Facebook, Seorang Pria Ditangkap Polisi

“Sebab pasti kematian korban karena kekerasan benda tumpul di kepala. Yang mengakibatkan pendarahan dalam rongga kepala,” kata Kasatreskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono, Senin (18/6/2018).

Dari penuturan petugas medis di kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo Kota, hidung dan mulut korban mengeluarkan darah. Luka yang diderita korban kebanyakan di bagian kepala. Di bagian alis kanan dan pelipis kanan korban, tampak terluka.

“Dari rekonstruksi tadi, pelaku memukul kepala korban menggunakan gagang rencong,” ungkapnya.

Tak hanya masalah cinta segitiga, motif penipuan membuat pelaku tega menganiaya korbannya. Andika terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Sebagaimana dalam pasal 351 ayat 3 KUHP jo 338 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

(Png – sisidunia.com)