Home » News » Pencarian Buaya di Ancol Dilakukan Tim Gabungan Selama 7 Hari

Pencarian Buaya di Ancol Dilakukan Tim Gabungan Selama 7 Hari



Jakarta – Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Victor Siagian mengatakan, tim gabungan pencari buaya akan dilakukan hingga 7 hari ke depan. Hari ini merupakan hari pertama pencarian.

Pencarian Buaya di Ancol Dilakukan Tim Gabungan Selama 7 Hari

Ilustrasi

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Seribu menjadi inisiator tim gabungan pencarian buaya.

Baca juga : Belasan Anak Sempat Hilang di Kebun Binatang Ragunan

“Sepakat tadi saya sama Pak Bupati 7 hari kita cari. ini pencarian pertama,” ujar Victor, Minggu (17/6/2018).

Namun, batas waktu pencarian tersebut bersifat situasional. Artinya, jika dalam waktu 7 hari buaya tidak juga muncul dan tidak ditemukan maka pencarian berakhir. Sedangkan, jika buaya tersebut muncul kembali, maka waktu pencarian akan ditambah.

“7 hari kita rencananya. Kita lihat situasi,” katanya.

Tim gabungan diturunkan untuk menyisir 4 titik wilayah pencarian sang buaya. Tim Damkar menyisir sepanjang daerah Ancol, selanjutnya ada tim Basarnas yang menyisir ke arah Kali Adem adem dari Marina Ancol.

Kemudian ada juga tim TNI AL yang menyisir ke dekat lokasi awal penemuan buaya, Pondok Dayung dan tim terakhir yaitu gabungan dari sejumlah tim kepolisian, seperti Polres, Satpol PP dan Polair yang menyisir ke sepanjang wilayah laut.

Rencananya, mereka akan menyisir keempat wilayah pencarian itu dari pagi hingga sore pada setiap harinya selama 7 hari berturut-turut. Namun untuk hari ini mereka mulai jalan melakukan penyisiran dari pukul 10.00 WIB dari Marina Ancol.

Mereka menyisir menggunakan 11 kapal yang masing-masing bertanggung jawab terhadap sektor wilayah pencariannya. Tim pencarian buaya juga melibatkan pawang buaya dari Taman Margasatwa Ragunan. Sebab, mereka dianggap lebih berpengalaman terhadap hewan tersebut.

“Kita rencana jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Dari kita, ke pulau bidadari yang Ancol, Damkar,” ujar dia.

Victor menyebutkan, sejumlah peralatan akan digunakan untuk menangkap buaya tersebut. Contohnya tali jaring hingga galah.

“Menyesuaikan di lapangan seperti tali jaring, bawa galah yang ada moncongnya dari marga satwa,” sebut Victor.

Victor menuturkan, posko dari tim gabungan pencari buaya akan dipusatkan di Mako Polres Kepulauan Seribu. Dia menyebutkan, mereka mencari buaya tersebut agar reptil itu tidak mengancam manusia.

“Kita buat patroli gabungan, poskonya kita pusatkan di mako polres. Gabungannya dari satpol pp pemprov, basarnas, damkar juga, tni al, taman margasatwa ragunan,” tuturnya.

(Png – sisidunia.com)