Home » News » Seorang Driver Ojol di Ponorogo Ditemukan Tewas di Dalam Kosnya

Seorang Driver Ojol di Ponorogo Ditemukan Tewas di Dalam Kosnya



Ponorogo – Seorang pria warga Pacitan ditemukan tergeletak tak bernyawa di dalam kosnya di Jalan Jawa, Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo. Pria itu tewas setelah menjadi korban pengeroyokan.

Seorang Driver Ojol di Ponorogo Ditemukan Tewas di Dalam Kosnya

Ilustrasi

Korban merupakan Zainul Arifin (28), warga Desa Tahunan, Kecamatan Tegalombo, Pacitan. Korban dikenal sebagai driver ojek online yang baru bekerja di Ponorogo selama dua bulan.

Baca juga : Dua Jasad Bayi Kembar Ditemukan di TPS Bandung

Salah satu saksi, Agus Yuniarto mengatakan ia dimintai tolong oleh pemilik kos untuk melihat kondisi korban yang tengah berada di kamarnya. Secara kasat mata, korban memang diketahui posisinya sedang tertidur.

“Saat saya dekati, saya lihat dari hidung korban sudah keluar semut, berarti kan meninggal. Akhirnya saya lapor ke pemilik kos dan ketua RT,” tutur Agus kepada wartawan, Kamis (7/6/2018).

Agus mengatakan berdasarkan keterangan dari penghuni kos yang lain, diketahui ada sekitar delapan orang yang mengeroyok korban di depan kos. Usai mengalami pengeroyokan, korban sempat dibawa ke RS Aisyiyah untuk mendapatkan perawatan.

“Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB, korban kami bawa ke rumah sakit setelah itu kami bawa pulang balik ke kos sekitar pukul 04.00 WIB. Nah, pukul 11.00 WIB tadi, korban tidak keluar kamar. Karena curiga saya periksa ke kamar korban dan ternyata sudah meninggal,” terang dia.

Sementara itu, penghuni kos lainnya, Nisa Bawasir menambahkan saat dirinya sampai di kos, dia mendengar ada suara seorang perempuan yang menangis. Lalu korban diseret keluar oleh dua orang pemuda. Karena takut, Nisa pun tidak berani keluar kamar.

“Saya nyium bau alkohol, jadi saya gak berani keluar,” imbuh Nisa.

Dalam kesehariannya, lanjut Nisa, korban berprofesi sebagai driver ojek online yang baru tinggal di Ponorogo selama 2 bulan. “Korban baru kok di kos ini, baru 2 bulan,” tukas Nisa.

Polisi segera bergerak begitu mendengar ada laporan orang tewas dengan tidak wajar. Polisi segera mendatangi lokasi demi mendapatkan informasi yang lengkap. Kanit 1 Sat-Reskrim Polres Ponorogo Ipda Tidar Sulaksono mengatakan secara fisik korban diketahui mengalami luka paling parah di kepala.

“Keterangan dari saksi sementara mengarah ke pengroyokan, tapi kami masih kembangkan,” kata dia.

Barang bukti yang telah diamankan berupa ada dua telepon genggam, dompet, serta kain yang digunakan untuk mengelap darah. “Masih kami cek nanti apakah darah korban atau bukan,” tukas dia.

Saat ini korban dibawa ke RSUD dr. Harjono untuk dilakukan otopsi. Sembari menunggu keluarga korban datang dari Pacitan.

(Png – sisidunia.com)