Home » News » Membuat Buket Bunga Dari Uang, Pria Ini Terancam Pidana

Membuat Buket Bunga Dari Uang, Pria Ini Terancam Pidana



Jakarta – Memberi hadiah di hari spesial untuk pasangan menjadi keharusan bagi sebagian orang. Terlebih mereka yang merasa momen tersebut patut untuk dikenang dan salah satunya adalah merayakannya dan memberikan sesuatu sebagai tanda cinta.

Membuat Buker Bunga Dari Uang, Pria Ini Terancam Pidana

Buker Bunga Dari Uang

Biasanya, barang yang diberikan adalah sesuatu yang disukai pasangan. Nah, sepasang kekasih ini menjadi pembicaraan publik setelah aksi kekasihnya memberikan hadiah ketahuan pihak berwenang.

Baca juga : Anggota Polres Jambi Ditangkap Karena Diduga Terkena Ideologi Teroris

Dilansir dari The Star, pria China yang tidak diketahui namanya tersebut memberikan buket bunga yang sangat besar. Namun, hal aneh di sini adalah bukan bunga yang dijadikan hiasan, tetapi uang selembaran 100 yuan atau setara dengan Rp 200 ribu. Nah, untuk membuat buket bunga besar tersebut, sang pria mengumpulkan 334.000 yuan atau setara dengan Rp 740 juta. Mungkin ini yang dinamakan bunga bank!

Foto-foto yang dibagikan secara online tersebut menunjukkan wanita dari megacity selatan Chongqing berdiri di depan “bunga” berbentuk hati saat perayaan ulang tahunnya di sebuah hotel. Baik pria maupun pacarnya tidak disebutkan namanya dalam laporan itu, tetapi seseorang yang menghadiri pesta pada 16 Mei mengatakan bahwa pajangan itu dibuat oleh penjual bunga lokal.

Mengingat kekhawatiran keamanan atas berapa banyak uang yang dipergunakan, beberapa penjaga pun diketahui berada di tempat tersebut. Menurut pengakuan tamu undangan, pria tersebut benar-benar mencintai kekasihnya. Dia memang seorang pria kaya raya dan bisa dikatakan bertanggung jawab dengan pacarnya.

Namun tidak semua orang terkesima dengan aksi sang pria. Seorang manajer dari kantor cabang People’s Bank of China mengatakan bahwa pria yang kaya itu mungkin telah melakukan pelanggaran pidana.

Mengutip dari peraturan yang relevan tentang perawatan dan penanganan mata uang negara, pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan bahwa “penghancuran sengaja dari renminbi [nama resmi untuk yuan]” dilarang dan bahwa “semua entitas dan individu akan menghargai catatan renminbi”.

“Ada banyak cara untuk menyatakan cinta, tetapi tidak ada yang boleh melawan hukum,” kata orang itu. “Menggunakan renminbi untuk membuat buket adalah tindakan ‘tidak menghargai catatan’, dan harus dihentikan,” sambungnya.

Laporan itu tidak mengatakan apakah ada uang kertas yang rusak dalam pembuatan buket bunga. Sejauh ini, masalah tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

(Png – sisidunia.com)