Home » Gaya Hidup » Inilah Mitos Tentang Haid Yang Harus Anda Ketahui

Inilah Mitos Tentang Haid Yang Harus Anda Ketahui



Jakarta – Bagi para wanita, mentsruasi atau haid merupakan hal yang sangat wajar. Haid adalah keluarnya darah dari vagina yang berasal dari peluruhan dinding rahim bagian dalam (dinding endometrium) sebagai respons terhadap rendahnya kadar hormon progesteron pada saat menjelang haid.

Inilah Mitos Tentang Haid Yang Harus Anda Ketahui

Ilustrasi

Di kalangan masyarakat saat ini masih saja beredar mitos-mitos nyeleneh yang dipercaya. Di hari menstruasi dunia tepat tanggal 28 Mei ini, wanita harus lebih pintar untuk memandang mitos itu.

Baca juga : Benarkah Saat Ibu Hamil Ngidam Harus Dituruti?

Kamu harus tahu beberapa hal ini merupakan mitos belaka yang tak perlu kamu percaya lagi. Simak berikut ini.

Minum soda memperlancar haid

Siapa yang percaya bahwa haid akan lancar dan nyeri bisa reda setelah minum minuman bersoda? Ternyata ini hanya mitos belaka, tidak lebih dari sekedar sugesti.

“Iya (tapi) itu mitos saja kok. Banyak juga yang berpendapat bahwa minum soda itu menggugurkan kandungan, padahal itu hanya masalah sugesti saja. Tidak akan memberi pengaruh apa-apa,” ujar dr M. Nurhadi Rahman, SpOG dari RSUP Sardjito dan RS Jogja International Hospital Yogyakarta.

Kendati begitu perlu diingat bahwa konsumsi soda berlebihan telah lama terbukti berdampak buruk bagi tubuh. Yang paling sering digembar-gemborkan adalah menyebabkan peningkatan kadar gula sehingga orang yang mengonsumsinya berisiko terkena diabetes dan penambahan berat badan.

Minum es bikin darah haid beku

Banyak yang berpendapat bahwa minum es dapat membuat darah haid membeku, padahal hal ini tidaklah benar. Menurut dr Irfan Mulyana Mustofa, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUD Leuwiliang Bogor, darah haid mengandung zat anti pembekuan darah sehingga tidak membeku.

“Tidak benar itu, tidak ada korelasinya sama sekali. Darimana hubungannya minum es bisa bikin darah haid beku,” tegas dr Frizar.

Keramas bikin haid berhenti

Ada juga yang sedang haid tidak mau mencuci rambut atau keramas. Alasannya, takut darah haidnya mampet dan haid berhenti. Duh, hari gini masih percaya mitos itu? dr Frizar Irmansyah SpOG(K), spesialis kebidanan dan kandungan dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) pun mengatakan bahwa tak ada kaitan antara keramas dengan haid.

“Ini juga mitos, tidak ada hubungannya keramas dengan haid mampet. Haid mampet itu bisa terjadi kalau pola makannya tidak sehat, misalnya menjelang tanggal haid dia banyak makan makanan berlemak, asin atau pedas. Nah, yang seperti itu saja yang sebaiknya dikurangi. Di samping beberapa faktor lain seperti adanya penyakit,” ujar dr Frizar.

Darah haid bisa hilangkan jerawat

Kalau kamu jerawatan, coba cuci muka dengan menggunakan darah haid pertama. Pernah dengar saran tersebut? Jangan percaya ya girls, itu hanya mitos belaka.

“Ini juga mitos, darah haid itu kan istilahnya kotor, yang sudah tak terpakai lagi berarti oleh tubuh. Ya berarti bikin kotor juga kalau dikenakan ke kulit kan?” tutur dr M. Nurhadi Rahman, SpOG, spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUP Sardjito dan RS JIH Yogyakarta.

Minum es bisa picu kista dan kanker rahim

Hii.. Masa iya minum es saat haid bisa picu kista dan kanker rahim? dr Khanisyah Erza Gumilar, SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya bahwa hal itu hanyalah mitos yang tak perlu dipercaya.

“Kalau misalnya terbentuk kantong berisi cairan itu namanya kista. Sedangkan kalau membesar dan padat itu namanya tumor dan itu nggak ada hubungannya dengan minum air es,” katanya.

Haid bisa menular dengan menginjak jempol

Ada-ada saja, beberapa wanita menganggap haid bisa menular dengan menginjak jempol kaki. Menurut dr Irfan, ini bisa jadi hanya kesamaan siklus haid.

“Mitos termasuk menginjak jempol wanita yang sedang haid bisa ketularan itu tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, hanya keyakinan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sementara itu, dr Frizar menyebut menginjak jempol kaki bisa menularkan haid hanya sekedar masalah psikis dan sugesti saja. “Karena pada dasarnya memang haid itu sangat dipengaruhi oleh psikis. Misalnya wanita itu lagi punya konflik, baru diputusin pacar, mau ujian, ada masalah dengan orang tua, itu pasti haidnya akan bermasalah. Bukan karena jempolnya diinjak,” terang dr Frizar.

(Png – sisidunia.com)