Home » News » Hutang Bengkak, Warga Malaysia Lakukan Patungan

Hutang Bengkak, Warga Malaysia Lakukan Patungan



Jakarta – Dengan cara iuran atau patungan, warga Malaysia membuat gerakan aksi melunasi utang. Ini dilakukan melalui sebuah situs crowdfunding.

Hutang Bengkak, Warga Malaysia Lakukan Patungan

Ilustrasi

Aksi tersebut dilakukan usai Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyerukan pemotongan gaji para menteri sebesar 10% untuk kurangi utang yang mencapai 1 triliun ringgit. Langkah ini diikuti pula anggota parlemen pada sejumlah negara bagian di Malaysia.

Baca juga : Polisi Berhasil Ringkus Komplotan Perampok Minimarket

Nah, kira-kira kenapa utang Malaysia bisa sampai sebesar itu?

Perdana Menteri Malaysia sebelumnya, Najib Rajak diduga menyalahgunakan wewenang terkait pembiayaan proyek pemerintah dan melakukan pembohongan publik terkait kondisi keuangan negara.

Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng dalam konferensi pers menjelaskan saat ini total utang Malaysia tercatat 1.087 triliun ringgit pada 31 Desember 2017. Jumlah ini sama dengan 80,3% dari produk domestik bruto (PDB) Malaysia.

Padahal pada era Perdana Menteri Najib Rajak, Kementerian Keuangan Malaysia merilis data resmi utang negara sebesar 685 miliar ringgit pada akhir 2017 lalu. Pihak auditor keuangan negara juga turut berperan dalam aksi penipuan ini. Kondisi ini dinilai menimbulkan gejolak pada pasar keuangan Malaysia.

Dikutip dari Reuters, Menteri Lim menjelaskan memang ada bagian-bagian postur keuangan yang digelembungkan. Dia menyebut ini akan segera diselesaikan.

Ekonom Senior Ntixis, Trinh Nguyen mengungkapkan sektor keuangan di Malaysia sudah merespons kejadian tersebut.

“Pertanyaannya apakah bisa berjalan baik, atau memang sama dengan 1MDB yang pada dasarnya sudah bangkrut,” ujarnya dikutip dari Reuters, Sabtu (26/5/2018).

Memang, setelah Mahathir memenangkan pemilu. Ia memerintahkan agen anti korupsi Malaysia untuk membuka kembali kasus 1MDB untuk diselidiki dan peninjauan kembali sejumlah kebijakan dan proyek yang dijalankan oleh pemerintahan Najib.

Kini Najib dimintai keterangan oleh ‘KPK’ nya Malaysia untuk menjelaskan temuan baru, yakni adanya aliran dana mencurigakan sebesar US$ 10,6 juta ke rekeningnya. Najib Rajak berkomitmen untuk mencicil pembayaran kerugian yang ditimbulkan sebelumnya. Mereka berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban sebesar 204,4 miliar ringgit atau setara dengan US$ 50,62 miliar.

(Png – sisidunia.com)