Home » Gaya Hidup » Patut Disimak, Himbauan Dokter Saat Buka Puasa

Patut Disimak, Himbauan Dokter Saat Buka Puasa



Jakarta – Terjadi perubahan dalam waktu makan selama sebulan penuh selama berpuasa di bulan Ramadhan. Jika kita biasanya makan sebanyak tiga kali sehari. Di bulan Ramadhan, waktu makan berkurang menjadi dua kali, itu pun hanya saat sahur sekitar pukul 4 pagi dan berbuka di pukul 6 sore.

Patut Disimak, Himbauan Dokter Saat Buka Puasa

Ilustrasi

Hal ini terkadang membuat banyak orang berpikiran bahwa saat berbuka waktunya untuk mereka mengganti makan siang mereka dengan menyantap makan saat berbuka dengan porsi dua kali lipat.

Baca juga : Negara Yang Keluarkan Travel Advice ke Indonesia Bertambah

Ternyata, perilaku tersebut salah. Menurut dr. Rospita Dian, Head of Medical Affairs, Johnson & Johnson Indonesia, makan berlebihan saat berbuka berbahaya untuk saluran pencernaan.

“Yang pasti kalau puasa bukan berarti makan berlebih, makannya harus tetap seimbang ada karbohidrat, protein, serat, vitamin, mineral dan terutama ada cairan. Bukan hanya saat puasa, yang namanya makan berlebihan itu adalah salah satu faktor yang bisa mencetuskan ketidaknyamanan di saluran pencernaan, seperti begah,” ujar Rospita.

Tak hanya membuat perut begah, makan berlebih bisa membuat otot diantara lambung dan kerongkongan tidak berjalan sesuai fungsinya. Alhasil, hal ini bisa menyebabkan meningkatkan risiko kenaikan asam lambung dan terjadinya perih di ulu hati.

“Saat kita makan terlalu banyak, lambung itu akan mengalami distensi atau penuh. Karena saat lambung penuh itu, ada otot di antara lambung dan kerongkongan yang mungkin nantinya tidak akan bisa menutup secara sempurna. Sehingga fungsi yang seharusnya mencegah asam lambung tidak naik ke kerongkongan itu berkurang, dan membuat asam lambung yang awalnya di lambung bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala-gejala seperti perih di ulu hati atau begah,” tandas Rospita.

(Png – sisidunia.com)