Home » News » Demi Mendapat Banyak Viewer, Wanita Ini Makan Hewan Langka

Demi Mendapat Banyak Viewer, Wanita Ini Makan Hewan Langka



Jakarta – YouTuber asal Kamboja ditangkap lantaran memakan beberapa hewan yang dilindungi dan satu hewan hampir punah. Hal tersebut ia lakukan demi mendapat banyak penonton.

Demi Mendapat Banyak Viewer, Wanita Ini Makan Hewan Langka

Ah Lin Tuch

Wanita bernama Ah Lin Tuch mengunggah video saat dirinya memasak beberapa hewan dilindungi. Ia sengaja berpenampilan seperti itu agar terlihat seperti seorang petualang yang memakan hewan di hutan. Video tersebut direkam oleh sang suami bernama Phoun Raty. Dalam video tersbeut ia terlihat merebus hingga memanggang hewan-hewan itu.

Baca juga : Mendadak Viral, Gadis Papua Ini Disebut Mirip Lucinta Luna

Dilansir dari metro.co.uk (15/5/2018), Ah Lin Tuch memakan kucing pemancing yang hampir punah, kadal besar, beberapa spesies burung yang dilindungi, king cobra, hiu hingga ikan pari dan katak.

Ah Lin mengaku kalau ia dan sang suami sudah mengunggah beberapa video sejak Desember tahun lalu. Namun beberapa waktu lalu beberapa netizen melaporkan hal yang dilakukan pasutri ini. Netizen tersebut menyadari kalau Ah Lin memakan binatang yang ada di wilayah dekat rumahnya yaitu di wilayah Phnom Penh. Wilayah tersebut merupakan wilayah yang punya banyak hewan dilindungi.

Pasutri tersebut akhirnya diburu oleh Kementrian Lingkungan Hidup Kamboja. Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Kementrian Lingkungan, hewan-hewan yang dimakan bukan masuk dalam kategori hewan yang terancam punah. Namun masuk dalam kategori spesies yang dilindungi.

“Hewan-hewan yang dimasak kebanyakan tidak ada dalam daftar yang terancam punah, tetapi dilindungi. Hanya satu spesies yang terancam punah,” tutur Chea Sam Arng selaku Direktorat Jenderal Kementrian Lingkungan.

Satu-satunya hewan yang masuk dalam kategori terancam punah adalah kucing pemancing. Kucing tersebut dikuliti dan direbus oleh Ah Lin. Namun setelah ditangkap, pasutri tersebut mengaku kalau hewan yang dimakan didapat dari pasar lokal.

“Saya bahkan tidak tahu jenis hewan atau burung yang kami gunakan atau apa pengaruhnya pada konservasi satwa liar. Saya membeli satwa liar di Preak Phnov,” ungkap Ah Lin.

Keduanya akhirnya mengakui kesalahannya dan membeberkan motif dibalik dirinya memakan hewan dilindungi itu. Berdasarkan keterangan sang suami, ia dan istinya mendapat $5000 (Rp 70 juta) dari iklan yang tampil dalam video mereka.

Hingga kini pemerintah Kamboja masih menelusuri dari mana pasutri ini mendapat hewan-hewan dilindungi tersebut. Video yang ada di channel milik pasutri ini juga sudah dihapus.

(Png –