Home » News » Para Pakar Penerbangan Simpulkan Pilot Sengaja Jatuhkan MH370

Para Pakar Penerbangan Simpulkan Pilot Sengaja Jatuhkan MH370



Canberra – Analisis para pakar penerbangan global menyimpulkan bahwa pilot pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 sengaja menjatuhkan pesawat yang dibawanya. Namun motif di balik aksi tak terduga sang pilot MH370 ini tidak diungkap.

Para Pakar Penerbangan Simpulkan Pilot Sengaja Jatuhkan MH370

Pesawat MH370 jatuh

Beberapa pakar penerbangan global yang muncul dalam program televisi Australia ’60 Minutes’ di Channel 9 pada Minggu (13/5/2018) waktu setempat, menyimpulkan pilot Zaharie Shah sengaja menerbangkan MH370 hingga jatuh ke lautan terpencil dalam aksi pembunuhan-bunuh diri (suicide-murder).

Baca juga : Muhammadiyah Imbau Warga Jauhi Sikap Provokatif Jelang Ramadan

Dilansir dari news.com.au, Senin (14/5/2018), hal yang tidak diungkap dalam program ’60 Minutes’ adalah soal motif. Apa hal yang mendorong pilot Zaharie sampai nekat membunuh 238 orang lainnya di dalam pesawat yang diterbangkannya?

Beberapa hari usai MH370 menghilang misterius tahun 2014 lalu, pilot Zaharie dan kopilot Fariq Abdul Hamid, ditetapkan sebagai tersangka utama oleh otoritas Malaysia. Dari awal, muncul rumor bahwa pernikahan Zaharie sedang bermasalah. Diduga bahwa Zaharie memutuskan menjatuhkan MH370 dalam kemarahan dan kesedihan setelah mengetahui istrinya akan meninggalkannya.

Teori lainnya menyebut, Zaharie membajak pesawat yang diterbangkannya sendiri untuk memprotes pemenjaraan tokoh oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, dan untuk mengacaukan pemerintahan PM Malaysia saat itu, Najib Razak yang diduga korup.

Dua saudara perempuan Zaharie, Sakinab Shah dan Dah Ah, berulang kali menyangkal teori-teori yang muncul. Keduanya mengklaim pernikahan Zaharie tetap kokoh dan berargumen bahwa Zaharie tidak cukup cerdas untuk menghindari ‘seluruh satelit berteknologi canggih di dunia’.

Beberapa saat usai ditetapkan sebagai tersangka, Zaharie dan kopilotnya dinyatakan bersih dari kecurigaan oleh otoritas Malaysia. Laporan kejiwaan dan rekaman perilaku keduanya sebelum masuk MH370 yang hilang misterius, dinyatakan tidak mencurigakan.

Otoritas Malaysia belum mengomentari kesimpulan para pakar penerbangan global soal MH370 ini. Namun beberapa waktu lalu, Mahathir Mohamad yang kini menjabat Perdana Menteri Malaysia, sempat mengungkit salah satu teori konspirasi soal hilangnya MH370. Dia menduga ada kemungkinan pesawat jenis Boeing 777-200ER itu diambil alih kendalinya dari jarak jauh.

Jika memang benar Zaharie bunuh diri dan membunuh 238 orang lainnya untuk memprotes perlakuan eks PM Malaysia Najib Razak terhadap Anwar Ibrahim, kecil kemungkinan pemerintahan baru Malaysia yang dipimpin Mahathir akan mengakui keterkaitannya. Apalagi Anwar Ibrahim yang akan segera bebas, dipersiapkan untuk menjadi PM Malaysia, pengganti Mahathir yang mengaku hanya akan menjabat 2 tahun.

Dalam program ’60 Minutes’, instruktur dan pilot senior Boeing 777, Simon Hardy, menyebut Zaharie sengaja menerbangkan MH370 mengudara di atas wilayah Penang (Malaysia) yang merupakan kampung halamannya, untuk memberi ‘salam perpisahan emosional’. Dari Penang, Zaharie mengarahkan pesawat ke Samudra Hindia bagian selatan, tepatnya ke lokasi yang ‘tidak akan pernah bisa ditemukan’.

Pakar penerbangan lainnya, Larry Vance, yang mantan penyidik senior Badan Keselamatan Transportasi Kanada menyebut Zaharie bunuh diri dan membawa MH370 ke lokasi terpencil agar ‘menghilang’. Lokasi terpencil yang ditempuh 6 jam penerbangan oleh Zaharie itu belum terungkap.

Namun Vance memprediksi pesawat MH370 kini ada di dasar lautan dalam, dengan kerangkanya masih utuh dan sayap bagian kiri masih menempel. “Sayap kanan mungkin terlepas, mesinnya terpisah, tapi Anda setidaknya mendapatkan empat bagian pesawat di bawah sana. Badan pesawat tidak tersebar di dasar lautan,” ucapnya.

(Png – sisidunia.com)