Home » Gaya Hidup » Mengonsumsi Parasetamol Berlebihan Saat Hamil Bisa Bikin Anak Autis

Mengonsumsi Parasetamol Berlebihan Saat Hamil Bisa Bikin Anak Autis



Jakarta – Parasetamol memang biasa digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, dan nyeri yang dirasakan selama flu. Tak hanya itu, Parasetamol juga bisa digunakan untuk meredakan demam.

Mengonsumsi Parasetamol Berlebihan Saat Hamil Bisa Bikin Anak Autis

Parasetamol

Sayangnya, penggunaan parasetamol jangka panjang selama kehamilan, dikabarkan akan memberikan risiko gangguan perkembangan saraf bagi bayi Anda, seperti gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD) dan gangguan spektrum autistik (ASD).

Baca juga : Beberapa Ulasan Tentang Makan Es Krim Bagi Kesehatan

Penelitian menunjukkan bahwa pemberian parasetamol dosis rendah jangka panjang, dikenal sebagai acetaminophen, dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf janin. Efek ini sering terlihat setahun setelah paparan selama masa kanak-kanak.

Studi baru di American Journal of Epidemiology menunjukkan bahwa mereka yang terlalu lama mengonsumsi parasetamol selama kehamilan rentan terpapar acetaminophen, sebuah zat yang ditemukan pada obat nyeri dan demam, dan meningkatkan 30 persen risiko untuk terkena ADHD.

Selain itu, mengonsumsi parasetamol berpotensi 20 persen meningkatkan ASD, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi obat tersebut.

“Temuan ini menunjukkan hubungan antara penggunaan acetaminophen berkepanjangan dan peningkatan risiko autisme dan ADHD,” kata peneliti Hebrew University of Jerusalem, Ilan Matok, seperti dilansir dari thehealthsite, Minggu (13/5/2018).

Dalam penelitian terbaru, tim tersebut melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap 132,738 pasangan ibu dan anak dengan umur 3 hingga 11 tahun.

Para peneliti mengemukakan pentingnya ibu hamil untuk memahami rasa sakit dan demam selama kehamilan, yang dapat memiliki efek merugikan pada janin yang sedang berkembang. Oleh karena itu, mereka pun dianjurkan memakai acetaminophen yang dianggap sebagai obat aman selama kehamilan.

Karenanya, jika wanita hamil mengalami demam atau nyeri, acetaminophen dapat diminum untuk waktu yang singkat, dan jika demam atau nyeri berlanjut di kemudian hari, dia harus berkonsultasi dengan dokternya untuk perawatan lebih lanjut.

Namun, penggunaan obat yang tidak perlu apa pun harus dihindari dalam kehamilan. “Kami percaya temuan kami tidak mengubah praktik saat ini dan perempuan tidak perlu menghindari penggunaan asetaminofen jangka pendek, ketika memang diperlukan secara klinis,” kata Matok.

(Png – sisidunia.com)