Home » News » Jutawan Ini Awalnya Hanya Seorang Pelayan di Restoran Cepat Saji

Jutawan Ini Awalnya Hanya Seorang Pelayan di Restoran Cepat Saji



Jakarta – Memang tidak akan pernah ada yang tahu tentang keberuntungan orang. Namun, dengan kerja keras, keberuntungan tersebut bisa saja menjadi berlipat ganda. Seperti yang dialami seorang pria dari India yang nekat merantau ke Inggris berikut ini.

Jutawan Ini Awalnya Hanya Seorang Pelayan di Restoran Cepat Saji

Jutawan Ini Awalnya Hanya Seorang Pelayan di Restoran Cepat Saji

Pria tersebut bernama Rupesh Thomas. Ia berhasil memasok produk Tuk Tuk Chai Tea miliknya ke salah satu pusat perbelanjaan mewah di Inggris bernama Harvey Nicholas. Kesuksesan pria 39 tahun ini berawal dari obsesinya yang besar terhadap semua yang berbau Inggris. Akhirnya, ia nekat untuk meninggalkan kampung halamannya di India demi mengejar cita-citanya hidup di Inggris.

Rupesh juga meminjam sejumlah uang dari ayahnya dan menjual motornya seharga Rp 5,2 juta, dilansir dari Dailymail pada Kamis (26/4). Hal itu ia lakukan demi mendapatkan tiket pesawat sekali jalan ke Inggris. Di sana ia memulai kehidupan barunya di sebuah penginapan di Stratford, London.

Pria yang kini tinggal di rumah senilai Rp 19 miliar ini mengatakan bahwa dirinya adalah bukti bahwa kerja keras akan membawa pada kesuksesan. “Aku adalah bukti bahwa jika kamu bekerja keras maka kamu akan bisa sukses. Aku benar-benar Slumdog Millionaire dalam kehidupan nyata,” ujar Rupesh.

Obsesi pria jutawan ini pada Inggris bermula dari ayahnya yang sering bepergian karena bekerja di sebuah agen perjalanan. “Ayahku punya sebuah gambar London dan aku melihatnya. Aku sangat ingin sekali pergi ke sana,” kenang Rupesh.

Awalnya, pada saat mendarat di Inggris pada tahun 2002, Rupesh memulai hidupnya sebagai pekerja paruh waktu di sebuah restoran cepat saji. Gajinya saat itupun jauh dari kata besar. Bekerja sepanjang hari, pria yang kini sudah sukses tersebut digaji hanya Rp 74 ribu per jam. Uang yang ia dapatkan tersbut digunakan untuk membayar utang yang ia pinjam pada ayahnya.

Rupesh terus berusaha bekerja keras demi membiayai hidupnya di Inggris, tak peduli dengan omongan orang. Ia kemudian menjadi seorang pengasuh dan berlanjut menjadi seorang penjual dari pintu ke pintu. Meskipun hanya satu dari 300 ketukan yang berhasil, Rupesh tidak pernah menyerah. “Ini adalah sebuah pelajaran tentang bagaimana untuk tetap tersenyum meski kita terus-terusan ditolak,” ungkap Rupesh.

Baca juga : Dewi Persik Balas Kritikan Pedas Netizen Terkait Foto Ciumannya

Sikap positifnya Rupesh tersebut membuat ia akhirnya dipromosikan menjadi pemimpin tim di perusahaannya. Melalui pekerjaan itulah ia bertemu dengan istrinya, Alexandra. Tak disangka, Alexandra ternyata sangat menyukai teh Chai yang berasal dari kota kelahiran Rupesh. Kecintaan Alexandra pada teh Chai inilah yang membuat pasangan ini akhirnya mendapatkan keberuntungan luar biasa.

“Ketika kita berada di India, dia bisa minum sampai 10 gelas sehari, Banyak orang yang menjual teh Chai ini di Inggris. Akan tetapi, rasanya sangat manis seperti tidak terbuat dari daun teh asli. Akhirnya, aku mulai berpikir dan menabung sambil bertanya-tanya apakah aku bisa memulai memproduksinya di sini.” ujar Rupesh.

Pada tahun 2015, mereka berdua akhirnya menginvestasikan tabungan sejumlah Rp 2,9 miliar dan pertaruhan mereka ternyata membuahkan hasil. Terbukti, pada Maret 2017, Harvey Nichols mulai menyetok teh mereka ke beberapa toko mereka di Inggris. Pada bulan Desember, Rupesh juga menandatangani kesepakatan dengan Sainsburry yang membuat produk tehnya mencapai pasar yang lebih besar. Benar-benar harus dicontoh ya kegigihan dan sikap optimis dari Rupesh ini.

(Png – sisidunia.com)