Home » News » Seorang Ojol di Depok Menyebar Berita Bohong

Seorang Ojol di Depok Menyebar Berita Bohong



Jakarta – Aditya, bayi berusia 20 hari di Sukmajaya, Depok diduga diculik orang tidak dikenal (OTD) saat ditinggal ke warung oleh ibunya. Aditya belum diketahui juga rimbanya hingga saat ini.

Seorang Ojol di Depok Menyebar Berita Bohong

Ilustrasi

Namun, di tengah pencarian bayi Aditya, tiba-tiba ada seorang driver ojek online mengaku melihat bayi tersebut bersama perempuan yang diduga pelaku penculikan.

Baca juga : Truk Rombongan Pesilat Mengalami Kecelakaan di Madiun

Seorang driver bernama Irwan Ramadhan alias Madun Ramadhan mengaku telah menemukan bayi itu. Kabar itu pun viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro pun bergerak cepat. Dia langsung mencari keberadaan Madun dan memeriksnya di Mapolres.

“Sudah diamankan pada Sabtu (28/4/2018) malam kemarin dan sekarang masih diperiksa,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro.

Tapi bukan titik terang yang ditemukan polisi. Ya, Madun malah mengaku berbohong soal kabar tersebut. Dia berbohong dan sama sekali tidak tahu kabar bayi Aditya itu.

Madun mengaku hanya iseng saja mengumbar info hoax tersebut. Madun mengakui bahwa dia sama sekali tidak pernah bertemu, apalagi mengamankan bayi korban penculikan itu. Semua keterangannya hanyalah karangannya saja.

“Tujuan saya buat iseng-iseng saja di sosial media, biar tenar,” ujar Madun kepada wartawan di Mapolresta Depok

Atas perbuatannya meminta maaf telah menyebarkan berita bohong soal bayi Aditya korban penculikan di Depok. Madun mengaku hanya iseng saja.

“Tujuan saya buat iseng-iseng saja di sosial media, biar tenar,” ujar Madun kepada wartawan di Mapolresta Depok Jalan Margonda Raya, Depok, Minggu (29/4/2018).

Madun akhirnya memahami perbuatannya tidak hanya membuat orang lain kesal. Namun di sisi lain, Madun harus menyadari seharusnya punya rasa empati terhadap keluarga korban dan bukan malah menjadikan musibah orang sebagai bahan untuk menyebar berita bohong.

“Iya saya mikir seandainya di posisi orang tua pasti berat dan saya juga merasa bersalah nggak langsung lapor ke pihak berwajib,” ucapnya.

(Png – sisidunia.com)