Home » News » Jari Tangan Putus, Pemuda Ini Ditolak Jadi Polisi

Jari Tangan Putus, Pemuda Ini Ditolak Jadi Polisi



Jakarta – Seorang pelajar SMA bernama Aria Wedian harus mengubur mimpi menjadi Polisi. Sebab, jari tangannya putus ditebas perampok di Ciracas, Jakarta Timur.

Jari Tangan Putus, Pemuda Ini Ditolak Jadi Polisi

Ilustrasi

“Aria ini ingin menjalani seleksi untuk menjadi polisi. Karena kejadian ini gagal menjalani seleksi tersebut karena jari kelingkingnya putus,” kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam dalam keterangannya, Kamis (26/4/2018). Salah satu persyaratan menjadi polisi memang tidak boleh memiliki cacat fisik.

Baca juga : Ditemukan Dua Kerangka Korban Longsor di Ponorogo

Peristiwa itu menimpa Aria pada Juli 2017. Kala itu, Aria sedang berangkat menuju sekolah di kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Pelaku, yang berjumlah dua orang, berboncengan motor.

“Korban saat itu sedang menelepon. Kemudian datang pelaku meminta telepon dan uang korban,” ucap Ary.

Namun korban menolak menyerahkan barang berharganya. Pelaku kemudian mengeluarkan celurit dan menebas tangan Aria.

“Korban melawan dan menangkis celurit tersebut. Akhirnya, jari kelingking sebelah kanan korban putus. Tersangka pun langsung mengambil telepon milik korban,” lanjut Ary.

Polisi akhirnya menangkap pelaku di Jalan Bungur I, Ciracas, Jakarta Timur, beberapa hari lalu. Pelaku sering melakukan perampokan di wilayah Ciracas. Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

“Satu pelaku lainnya bernama Dede masih kita kejar. Mereka sudah melakukan aksinya empat kali,” tuturnya.

(Png – sisidunia.com)