Home » News » Penipu Berkedok Kiai Mengaku Bisa Lipat Gandakan Uang

Penipu Berkedok Kiai Mengaku Bisa Lipat Gandakan Uang



Surabaya – Tiga orang penipu yang berkedok menggandakan uang diringkus Unit Resmob Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Ironisnya, satu korban ada yang tertipu oleh komplotan yang berbeda, lantaran mereka saling berkomunikasi.

Penipu Berkedok Kiai Mengaku Bisa Lipat Gandakan Uang

Ilustrasi

Usai meringkus M.Soleh (44) pada 21 Maret lalu, kini polisi menangkap 3 orang tersangka yang terlibat penipuan berkedok penggandaan uang tersebut. Ketiganya yakni Ahmad (42) warga Buleleng, Bali rekan M.Soleh. Komplotan lainnya, Taufik (48) dan Heri (27) keduanya warga Situbondo.

Baca juga : Terjadi Kebakaran di Pemukiman Riau Yang Menewaskan 1 Keluarga

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menuturkan, mulanya korban yang dijanjikan akan dilipat gandakan uangnya dibawa ke hotel untuk menjalani sebuah ritual. Lalu saat korban dibujuk untuk melaksanakan ritual penggandaan tersebut, tersangka embat duit yang jadi mahar penggandaan. ”Memilih di hotel agar tidak mudah diketahui polisi,” imbuh AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Menurutnya, tidak jarang korban yang menjadi mangsa dari komplotan ini merupakan korban-korban yang sebelumnya pernah menjadi korban dari komplotan lain. ”Mereka saling tukar informasi sasaran korban,” ujarnya.

Dari keterangan tersangka, mereka telah beraksi di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk di wilayah hukum Polres Polres Pelabuhan Tanjung Perak ada tiga laporan. ”Selain di Solo, Jember dan Batam, total ada 8 TKP,” imbuhnya.

Terkait jumlah kerugian yang dialami korban memang cukup variataif. Mulai dari 40 juta, 100 juta dan yang paling besar ada 850 juta. Dalam kasus tersebut, keempat tersangka memiliki peran masing masing, Ahmad dan Taufik berperan sebagai kiai yang berperan bisa menggandakan uang. Sedangkan, M.Soleh dan Heri berperan sebagai pembantu kiai yang meyakinkan korban.

Saat diperiksa, Taufik mengaku uang hasil penipuanya digunakan untuk foya–foya dan main perempuan. ”Sewa cewek short time sampai lima kali, dengan tarif paling mahal ada Rp 7 juta,” aku Taufik saat ditemui di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Berkaitan dengan kejadian ini, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengimbau kepada masyrakat untuk tidak mudah percaya dengan oarang yang menjanjikan uang dengan mudah. ”Hati-hati dengan pekerjaan yang menghasilkan uang dengan instan,” pungkas AKBP Agus Rahmanto.

(Png – sisidunia.com)