Home » Ekonomi & Bisnis » Intip Peluang Bisnis Menguntungkan Jelang Pemilu

Intip Peluang Bisnis Menguntungkan Jelang Pemilu



Jakarta – Masyarakat awam kerap disuguhkan aksi teatrikal lucu nan menggemaskan dari politikus dinegeri ini menjelang berlangsungnya hajatan bangsa berjudul pemilu. Perang komentar antar sesama para elit, sebagai bagian dari persiapan “test the water” kadang mengundang decak kagum sekaligus menguncang nalar kewarasan. Psywar, yang kerap terlontar dan menjadi propaganda demi meraup suara dari rakyat kelas bawah benar-benar berisik mengalahkan berisiknya para Mama millenial yang saban hari berkumpul sambil bergosip ria.

Intip Peluang Bisnis Menguntungkan Jelang Pemilu

Ilustrasi

Namun lupakan sejenak masalah hingar bingar pemilu, serta perseturuan memperebutkan kursi jabatan. Yang gaduh silakan bergaduh, demikian pula yang sedang sibuk dengan hasil survey tentang grafik kontestan dalam hitungan angka prosentase. Lagian, bukan rahasia umum jika hasil survey ada yang abal-abal dan sekedar polesan lipstik dari pemesan.

Baca juga : Petani di Bali Senang Harga Cabai Naik

Terlepas dari semua fenomena tersebut, bagi orang yang mampu melihat sebuah peluang sekecil apapun itu, proses pemilu yang sudah terlihat semakin hot ini, tentu tidak boleh lepas dari pengamatan dalam kacamata bisnis.

Berikut ini beberapa kesempatan emas meraup keuntungan dari sebuah pesta demokrasi. Baik yang sudah lazim, agak sedikit tak lazim, sampai yang antimainstream dan jarang terpikirkan. Mari kita simak bersama.

1. Sablon Kaos, Topi dan Spanduk

Memasuki siklus pemilu lima tahunan, merupakan berkah tersendiri bagi pemilik sablon kaos, topi, spanduk serta pamflet dan berbagai kerajinan lainnya yang diharapkan mampu dijadikan representasi dari peserta pemilu.

Tentu, harga dan kualitas tergantung seberapa besar dana logistik pemesannya. Jika uang yang dimiliki tidak berseri seperti kepunyaan paman Gober, kaos dan aksesoris yang tercetak semakin baik. Bila dana cekak, kaospun apa adanya dan dijamin luntur.

Bisnis ini tentu menggiurkan. Karena para peserta pemilu berlomba-lomba menampilkan segala sesuatunya dengan sempurna agar tampak berkesan dan mampu menghujam benak rakyat yang dijadikan taruhan. Sebagai imbalannya, pundi-pundi suara diharapkan masuk ke kantong peserta.

2. Organ Tunggal

Dalam berbagai kesempatan yang pernah saya temui, beberapa tempat menyediakan sebuah panggung besar tempat calon peserta menyampaikan orasinya. Andai mau jujur, masyarakat yang berkumpul tidak hendak mendengarkan ceramah mereka yang sering menggunakan bahasa aneh, dan masyarakat kerap gagal paham. Yang ditunggu justru pertunjukkan organ tunggal. Jika beruntung, biduan yang bernyanyi acapkali menggunakan baju yang jelas belum selesai dijahit, tapi keburu mendapatkan order untuk naik panggung. Banyak bagian tubuhnya terekspose dan membuat emak-emak ekstra waspada jika suaminya ikutan nonton.

Sudah barang tentu, sang pemilik organ tunggal tinggal menghitung estimasi keuntungan yang bakalan masuk kedalam dompetnya. Bisnis ini menggiurkan kawan.

3. Bisnis Makanan dan Minuman

Salah satu bisnis yang bisa digeluti jelang pemilu serta memiliki prospek cerah, adalah bisnis makanan serta minuman. Haram bagi kontestan pemilu dicap pelit oleh konstituen diwilayah mereka akan berlaga. Oleh sebab itu, salah satu yang kadang dilakukan demi menarik simpati adalah dengan menjamu mereka sebaik-baiknya. Kapan lagi?

Peluang bisnis untuk pemilik katering bukan?

4. Jasa Perdukunan

Masyarakat Indonesia yang masih percaya dengan hal-hal berbau klenik, tentu tidak bisa melupakan jasa perdukunan sebagai salah satu faktor penunjang keberhasilan mereka. Diharapkan, dengan adanya para dukun yang berada dalam garis kelompoknya, mampu membuat rakyat terhipnotis serta mencoblos mereka pada kotak pemilu.

Adakah diantara kita yang menjadi dukun? Ini kesempatan emas dalam siklus lima tahunan. Persiapkan diri anda sebaik mungkin.

5. Ojekan Truk dan Korlap Penggerak Massa

Mengumpulkan massa dari beberapa wilayah menuju ke satu titik tentu membutuhkan komando. Peran dan fungsi komando, yang selanjutnya disebut korlap merupakan pihak yang bertanggungjawab supaya ajang show of power menjadi lebih berkesan.

Selain jasa korlap, yang ikut berperan besar adalah truk. Lupakan bahwa truk menurut perundang-undangan lalu lintas dilarang membawa “manusia”. Terutama jika truk dalam keadaan bak terbuka. Namun, ini adalah moment spesial yang mampu menyingkirkan peraturan dinegara kita yang terkenal fleksibel.

Beruntunglah para juragan dan tuan tanah yang memiliki banyak truk digarasinya. Silakan dicuci bagian bak-nya, agar sisa-sisa bau tak sedap hilang sementara waktu dan cukup layak untuk mengangkut mahluk bernama manusia.

6. Terapi dari Psikolog Klinis

Bisnis selanjutnya ini, biasanya dibutuhkan paska terjadinya pemilihan umum. Setelah dana terkuras habis dan hasil dari pemilu tidak sesuai dengan ekspetasi, tibalah saatnya mereka membutuhkan jasa terapi dari psikolog klinis agar mampu melihat kembali sinar mentari dipagi hari. Sebab, dalam sebuah pertandingan, selalu ada yang menang dan pihak yang kalah.

Mengutip lirik lagu dari Cita Citata, sakitnya tuh disini, didalam hatinya, bagi pihak yang kalah. Supaya keadaan kembali normal, ada baiknya setelah selesai pemilu, pemerintah menyediakan lebih banyak tenaga medis, khususnya psikolog klinis dan segera menutup toko pertanian untuk sementara waktu. Karena kita tidak pernah tahu, mungkin saja ada diantara mereka yang nekat menenggak racun ilalang. Karena miras oplosan sudah terlalu mainstream!

7. Kambing Hitam

Bisnis yang terakhir ini memiliki dua makna.
Makna yang pertama secara letterleg, memang sebuah bisnis yang menggunakan kambing sebagai objeknya. Kambing yang sebenar-benarnya kambing. Untuk apa? Tentu sebagai bahan daging untuk pesta makan dalam perjamuan dengan konstituen. Abaikan ada diantara mereka yang mengidap kolesterol tinggi, atau memiliki tensi darah cukup tinggi. Ini adalah pesta rakyat yang hanya hadir lima tahun sekali.

Sedangkan makna kedua, kambing dalam makna perumpamaan. Bagi pihak yang kalah lantas bersikap legowo, kambing hitam tidak diperlukan. Karena konsekuensi terburuk dari sebuah pertandingan dalam bentuk apapun, selalu ada pihak yang menang serta kalah.

Disisi lain, kambing hitam dalam perwujudan yang abstrak diperlukan oleh mereka yang tidak siap oleh hasil kekalahan. Mereka akan terus mencari-cari kesalahan bahkan jika perlu Tuhan digugat. Disinilah perjudian dengan menggunakan kambing hitam laris manis demi memuaskan kerasnya hati karena enggan menerima kekalahan.

Sama halnya dengan para kontestan, para pihak penyedia ketujuh bisnis ini juga harus menyiapkan mental yang baik. Jika penyewa bisnis ini berhasil keluar sebagai juara, semua ongkos sewa dijamin akan kembali. Bahkan bisa jadi ada fee tambahan sebagai ucapan terimakasih karena ikut serta mendukung calon peserta pemilu yang menang. Sedangkan bila yang didukung kalah, maka bersiaplah dengan dampak terburuk, yakni biaya sewa terkatung-katung.

(Png – sisidunia.com)