Home » Gaya Hidup » Sering Dianggap Remeh, Tanaman Ini Ternyata Efektif Obati Stroke

Sering Dianggap Remeh, Tanaman Ini Ternyata Efektif Obati Stroke



Jakarta – Krokot, mungkin akan terasa asing di telinga Anda, ketika mendengar nama tumbuhan yang satu ini. Namun, jika melihat wujud dari krokot kemungkinan sebagian dari Anda pernah menemukannya.

Sering Dianggap Remeh, Tanaman Ini Ternyata Efektif Obati Stroke

Sering Dianggap Remeh, Tanaman Ini Ternyata Efektif Obati Stroke

Tanaman krokot sebenarnya ada di sekitar kita dan seringkali dianggap sebagai tumbuhan pengganggu atau gulma. Padahal, tanpa disadari saat menyingkirkan krokot pada kebun atau tanaman hias, Anda sedang membuang tumbuhan liar yang berharga.

Bagaimana tidak, krokot adalah satu satu tanaman yang memiliki kandungan omega 3 paling tinggi daripada sayuran atau tanaman hijau lainnya, seperti yang dilansir dari laman Silvio Cicchi, Rabu (18/4/2018). Tumbuhan yang selama ini digunakan sebagai pakan jangkrik tersebut, nyatanya bisa dijadikan bahan masakan untuk manusia dan bermanfaat bagi kesehatan.

Daunnya kaya akan lendir, bunga dan daunnya bisa diolah menjadi makanan, dan hal yang lebih fantastis lagi tumbuhan ini mengandung sedikit kalori, kaya akan serat makanan, vitamin, dan mineral. Masih dari sumber yang sama, tumbuhan yang memiliki nama latin Portulaca tersebut juga kaya asam lemak dan omega 3 yang jika dikonsumsi bisa mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Cobalah untuk mulai memperhatikan tumbuhan-tumbuhan yang tumbuh liar yang Anda miliki di sekitar kebun di halaman rumah. Ketika cuaca panas atau musim sedang kemarau akan cukup mudah menemukan krokot, karena tumbuhan ini suka dengan sinar matahari dan gulma-gulma lainnya akan langka.

Baca juga : Netizen Tak Masalah Gen Halilintar Diklaim Malaysia

Salah satu olahan krokot yang enak dan sehat adalah salad sayuran. Anda bisa menambahkan krokot dalam salad bersama dengan tomat segar, oregano, keju dipotong dadu, mentimun, dan bawang. Tidak hanya salad sayuran saja, krokot juga ternyata sudah diolah sejak tahun 90-an, dalam sebuah kompetisi membuat pizza di Montecarlo, sumber menuliskan krokot bisa dijadikan topping bersamaan dengan jamur piopinni.

Ciri fisiknya hanya memiliki tinggi sekira 40 sentimeter, batangnya berdaging dan berair, halus, warnanya hijau kemerahan hingga merah keunguan, bercabang, seringkali membentuk tikar bundar diameter sekira 30-60 sentimeter atau lebih besar, bagi Anda yang masih kesulitan menemukan atau mengenali krokot.

Sementara, bentuk dan ukuran daunnya kecil, lonjong, tebal, biasanya warna daun hijau tua, dan bunga krokot berukuran kecil, kuning, soliter atau bergerombol, ada di bagian atas pada daun terakhir di cabang. Krokot biasanya mudah ditemukan pada Juni dan Juli.

(Png – sisidunia.com)