Home » News » Pesta Seks Komunitas Swinger di Surabaya Digrebek Polisi

Pesta Seks Komunitas Swinger di Surabaya Digrebek Polisi



Surabaya – Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap pesta seks, yakni bertukar pasangan atau swinger yang melibatkan beberapa pasangan suami istri (pasutri) di Surabaya.

Pesta Seks Komunitas Swinger di Surabaya Digrebek Polisi

Ilustrasi

Pasutri-pasutri dalam pesta seks ini tergabung sebuah WhatsApp grup. Polisi pun menetapkan satu tersangka bernama Tri Harso Djoko Sulistijono (53) atau Ion sebagai admin dari grup tersebut.

Baca juga : Bagian Tubuh Mahasiswi Ini Mendadak Viral Usai Unggah Foto Ini

“Pengungkapan ini berasal dari informasi masyarakat tentang adanya perilaku seks menyimpang yaitu swinger yang melibatkan pasangan resmi,” ujar Kasubdit Renakta Polda Jawa Timur AKBP Yudhistira Widyawan saat rilis di Kantor Humas Polda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (16/4/2018).

Dalam kasus ini, Ion membuat grup Whatsapp yang berjudul Sparkling, menyasar pada mereka yang memiliki fantasi hubungan seksual dengan bertukar pasangan. Untuk masuk ke grup, Ion menetapkan syarat, yakni setiap pasangan merupakan pasutri yang resmi menikah. Untuk membuktikannya, pasutri harus mencantumkan buku nikah agar bisa masuk ke dalam grup.

“Jadi syarat dari admin, pasangan wajib yang sudah resmi menikah karena harus menunjukkan buku nikah,” tambah Yudhistira.

Pesta Seks Komunitas Seks Menyimpang di Surabaya Tersingkap Foto: Hilda Meilisa Rinanda

Dalam kasus ini polisi mengamankan tiga pasangan yang tertangkap di salah satu hotel di Lawang, Malang. Namun yang bisa dihadirkan dalam rilis adalah RL (49), SS (47), WH (51), DS (29) dan AG (30).

Ketiga pasangan tersebut sedang melakukan hubungan seksual dengan bertukar pasangan dalam satu kamar hotel saat ditangkap.

“Petugas menggerebek mereka di salah satu hotel di Malang. Saat digerebek kegiatan itu sedang berlangsung,” tutur Yudhistira.

Dalam pengungkapan itu, polisi juga mengamankan empat kondom yang belum terpakai, enam celana dalam, tiga buah BH, satu telepon genggam, satu handuk dan dua sprei.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat tindak pidana dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain sebagaimana pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama satu tahun empat bulan.

Grup whatsapp Sparkling sendiri beranggotakan 28 orang yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, Jember, Nganjuk, dan Kertosono. Tak hanya WhatsApp, mereka juga berhubungan dengan pasangan swinger lainnya melalui media sosial Twitter.

(Png – sisidunia.com)