Home » News » Korban Pemerkosaan Lapor Ke Polisi, Pemilik Kos Dan RT Marah

Korban Pemerkosaan Lapor Ke Polisi, Pemilik Kos Dan RT Marah



Jakarta – Pemilik indekos marah ketika pihak korban tidak melaporkan pemerkosaan yang dilakukan DM (23). Dia kecewa lantaran pihak korban memilih langsung melapor ke polisi.

Pihak Korban Pemerkosaan Lapor Ke Polisi, Pemilik Kos Dan RT Marah

Ilustrasi pemerkosaan

“Kalau ada apa-apa setidaknya saya dulu dong yang tahu. Bukan dari orang lain (yang beritahu),” kata pemilik kos saat berbicara dengan korban dan suami korban di tempat kosnya di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (15/4/2018).

Baca juga : 70 Pengungsi Rohingya Akan Datangi Malaysia

Tak kalah kesal, Ketua RT di daerah setempat pun ikut menyalahkan sang korban yang tak membuat laporan terlebih dahulu kepadanya atas peristiwa tersebut. Dia kemudian berpesan agar korban dan keluarganya yang tinggal di lingkungan itu untuk hidup dengan tenang tanpa mengganggu warga lainnya.

“Ya makanya kalau mau (tinggal) di sini jangan bikin-bikin onar, kan bikin orang pusing. Jangan tinggal di sini ‘semau gue’. Ini, di sini bukan tempat pelacuran kalau mau di sini,” ujarnya seraya penuh emosi.

DM alias TI (23) memperkosa tetangga kamar kosnya yang beralamat di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Awalnya, korban meminta tolong DM mengangkat galon di kamarnya.

“Korban mengaku telah diperkosa pada Jumat (13/4/2018) di kamar kosan pelaku di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat,” ucap Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Martson Marbun dalam keterangannya, Minggu (15/5/2018).

Keesokan harinya, Sabtu (14/4/2018), korban menceritakan kejadian pemerkosaan itu kepada suaminya. Akhirnya mereka melapor ke Mapolsek Kebon Jeruk.

“Setelah melapor, pelaku berhasil diamankan di kamar kosannya. Kami juga mengamankan barang bukti berupa sepotong baju kaos warna coklat, sepotong celana kain warna coklat, dan pakaian dalam,” Kata Marbun.

(Png – sisidunia.com)