Home » Gaya Hidup » 4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Tangan Mati Rasa

4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Tangan Mati Rasa



Jakarta – Tentu Anda selalu waspada dengan segala macam hal yang tiba-tiba terjadi di tubuh sebagai orang yang sadar akan kesehatan. Begitu juga dengan sensasi mati rasa atau kesemutan yang muncul di tangan.

4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Tangan Mati Rasa

Ilustrasi

Dikutip dari Dazzling News, ternyata ada beberapa alasan yang cukup berbahaya di balik timbulnya mati rasa di tangan. Apa saja? Cek penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Baca juga : Mengapa Pria Suka Bokong Wanita ? Inilah Alasannya

Neuropati diabetik

Ini merupakan komplikasi serius dan umum pada diabetes tipe 1 dan tipe 2. Ini adalah jenis kerusakan saraf yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol. Ada kemungkinan pada awalnya, tidak ada gejala yang dialami. Sebab penyakit ini berkembang secara perlahan selama beberapa dekade.

Jika Anda menderita diabetes dan Anda merasa mati rasa, kesemutan, rasa sakit atau kelemahan di tangan atau kaki, jangan ragu untuk menghubungi dokter.

Transient ischaemic attack (TIA) atau stroke ringan

Serangan iskemik sesaat alias transient ischemic attack (TIA) yang juga dikenal sebagai mini stroke, adalah saat darah berhenti mengalir ke otak dalam waktu singkat. Tidak seperti stroke, TIA tidak membunuh sel-sel otak atau menyebabkan cacat permanen.

Kondisi mini stroke menyebabkan gejala yang menyerupai penderita stroke. Kondisi ini sering merupakan awal mula untuk stroke sebenarnya di masa depan. Itulah mengapa penting mengetahui sensasi atau gejala untuk mengurangi risiko.

Cedera medula spinalis

Ini adalah jenis trauma fisik yang sangat serius, mungkin memiliki dampak yang panjang dan signifikan terhadap sebagian besar aspek kehidupan sehari-hari. Jika sumsum tulang belakang mengalami cedera, mungkin bisa kehilangan mobilitas dan kepekaan total di suatu area tertentu.

Jika cedera terjadi di dekat leher, itu akan menyebabkan kelumpuhan di sebagian besar tubuh, salah satunya di bagian bawah punggung. Hati-hati dengan mati rasa di area tubuh tertentu jika terjadi di area sumsum tulang belakang.

Spondilosis servikal

Spondilosis servikal juga dikenal hanya sebagai radang sendi leher, itu adalah kondisi umum yang berkaitan dengan usia yang mempengaruhi sirkulasi dan cakram leher. Ini berkembang dari keausan tulang rawan yang ditemukan di tulang belakang leher.

Spondilosis servikal paling sering ditemukan pada usia 40-60 tahun, dan pada laki-laki dapat timbul lebih awal dibanding wanita. Diperkirakan bahwa lebih dari 85 persen orang yang telah berusia 60 tahun ke atas mengalami masalah ini. Namun, spondilosis servikal dapat juga timbul pada orang muda karena penyebab lain, biasanya karena ada cedera sebelumnya.

Gejala spondilosis servikal berupa kaku pada leher, terasa kesemutan, kaku, dan lemah pada lengan, tangan, tungkai, dan kaki.

(Png – sisidunia.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*