Home » Gaya Hidup » Resiko Terlalu Banyak Minum Kopi dan Kafein Bagi Tubuh

Resiko Terlalu Banyak Minum Kopi dan Kafein Bagi Tubuh



Jakarta – Minuman favorit banyak orang di dunia yakni ukan rahasia lagi bahwa kopi adalah salah satunya. Anda mungkin merupakan salah satu penggemarnya. Berapa banyak Anda minum kopi dalam sehari?

Resiko Terlalu Banyak Minum Kopi dan Kafein Bagi Tubuh

Resiko Terlalu Banyak Minum Kopi dan Kafein Bagi Tubuh

Tak salah jika Anda menyukai kopi, tapi Anda harus bijak dalam mengonsumsinya. Terlalu banyak konsumsi kafein di kopi bisa menimbulkan bahaya bagi tubuh. Melansir halaman Business Insider pada Jumat (6/4/18), berikut ini adalah 4 risiko bila konsumsi terlalu banyak kafein bagi tubuh.

Sulit tidur

Mengonsumsi kafein terlalu banyak bisa membuat Anda sulit tidur sehingga merasa lelah dan mengantuk keesokan harinya. Saat keesokan hari Anda merasa mengantuk, Anda bisa saja meminum kopi lagi untuk mengatasinya dan sulit tidur pada malam hari. Hal ini pun akhirnya dilema. Kurang tidur tentu akan membawa berbagai dampak buruk bagi tubuh. Oleh karena itu, perhatikan jumlah takaran kopi Anda dan usahakan agar tak meminumnya pada siang atau sore hari karena efek kafein bisa mengganggu jam biologis tubuh.

Baca juga :  Beberapa Tips Perawatan Terbaik Berdasarkan Kulit Wajah

Jantung berdebar

Menurut American Journal of Clinical Nutrition, konsumsi kafein bisa berdampak pada kondisi atrial fibrillation dengan respons ventrikular yang tinggi. Hal ini berbahaya karena dapat meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung.

Dehidrasi

Pernahkah Anda sadari bahwa semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin sering Anda ke toilet untuk buang air kecil? Hal tersebut disebabkan sifat kafein yang diuretik dan laxative. Hal ini tentu berdampak pada dehidrasi tubuh jika tak diimbangi dengan konsumsi cairan lain. Anda disarankan minum kopi maksimal sebanyak dua cangkir dalam sehari.

Kecanduan

Konsumi kafein terlalu sering juga bisa berujung pada kondisi kecanduan. Kecanduan tersebut mencakup kecanduan fisik maupun psikologi. Efek stimulasi yang dihasilkan kafein itulah yang bisa menjadi objek ketergantungan.

(Png – sisidunia.com)