Home » News » Koma Selama 19 Tahun, Ini Ucapannya Saat Bangun

Koma Selama 19 Tahun, Ini Ucapannya Saat Bangun



Jakarta – Seseorang dalam kondisi koma biasanya mengalami saat otak mengalami kerusakan. Koma dapat terjadi ketika kita mengalami keadaan tidak sadar dalam jangka waktu tertentu yang diakibatkan terganggunya aktivitas otak.

Koma Selama 19 Tahun, Ini Ucapannya Saat Bangun

Ilustrasi

Kendati demikian, organ tubuh kita di dalam masih bekerja sehingga dalam kondisi ini orang yang bersangkutan berada dalam kondisi hidup dan mati.

Baca juga : Sebuah Jenazah Ditemukan di Pintu Air Kramat Jati

Walaupun tak sedikit kasus koma yang berujung pada kematian, ada juga orang-orang yang berhasil bangun dari keadaan tak sadar. Salah satu pasien koma yang kisahnya cukup mengharukan yakni Terry Wallis.

Pria itu hanya bisa berbaring dalam ranjangnya di rumah sakit selama 19 tahun. Kecelakaan lalu lintas di tahun 1984 merupakan dalang yang memicu kerusakan otak Wallis.

Saat bulan pertama Wallis di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa tubuhnya sedang berada dalam kondisi sadar minimal. Ia menjadi sadar tetapi tak bisa berikan respons. Namun, sesekali Wallis pernah memberikan respon terhadap cahaya, pergerakan hingga stimulasi.

Ia juga bisa merasakan jika teman-temanya datang untuk menjenguk. Akan tetapi, Wallis tak dapat berbuat banyak seperti mengobrol dan bergerak karena kerusakan otak yang membuatnya menjadi lumpuh dan koma.

Namun, pada suatu hari ia berhasil mengejutkan orang-orang di sekitarnya. Ada keajaiban muncul ketika ia menjawab pertanyaan sang perawat yang kala itu menjaganya pada tahun 2004.

Saat itu, seorang perawat tengah mengajaknya bercanda Willis. Perawat itu menunjuk ke arah ibu Willis, yakni Angilee dan bertanya apakah ia bisa mengenalinya.

“Ibu” jawab Willis yang kemudian mengejutkan ibu dan perawatnya. Karena dibuat kaget, perawat segera memanggil dokter dan dalam waktu seminggu kemudian Wallis memberikan perkembangan yang signifikan.

Setelah 19 tahun tertidur dalam koma, Wallis kini tak berhenti bicara. Ia bahkan bisa meminta makanan dan minuman. Dari situ, dokter menganggap bahwa ada kemungkinan besar bahwa pasien koma bisa kembali bangun dan kembali pulih.

Walau ia sudah bangun dari koma, Wallis tetap mengalami lumpuh. Tapi dokter merasa yakin bahwa sel otaknya tengah berusaha untuk tersambung kembali dan memperbaiki bagian yang rusak.

Angilee sang ibu merupakan salah satu pihak yang berperan besar pada kesembuhan putranya. Ketika dokter tampak tak bisa melakukan upaya lagi kepada Willis, sang ibu tetap setia mengunjungi putranya selama simggu dua kali.

Kadang kala Angilee mengajak putranya mengobrol dan mamainkan musik country. Ia juga sering membawa pulang Wallis ke rumah untuk menghabiskan waktunya bersama keluarga.

Meskipun ia bisa kembali ke rumah dengan kursi roda, sayangnya koma selama 19 tahun masih menyisakan gangguan pada otaknya. Pria itu memiliki gangguan memori sehingga tak ingat anak dan istrinya namun sifatnya masih sama seperti dulu.

Otaknya hanya mengingat hal-hal pada masa kecilnya. Willis bersi keras bahwa Ronald Reagan masih menjadi presiden, bahkan ia masih mengingat jelas apa saja tugas yang ia lakukan pada masa kecil.

Meskipun sedih tak lagi bisa mengingat anak dan istrinya, keluarganya senang bahwa Willis masih diberi kesempatan hidup dan bangun dari koma. Hingga saat ini, pria asal Arkansas itu masih berjuang dengan masalah ingatan.

(Png – sisidunia.com)