Home » News » 5 Ular Piton Ditemukan Warga Kampung di Boyolali

5 Ular Piton Ditemukan Warga Kampung di Boyolali



Boyolali – Sedikitnya lima ekor ular piton ditemukan di sekitar perkampungan warga Dukuh Ledoksari, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, Boyolali. Ular-ular tersebut memiliki panjang beragam.

5 Ular Piton Ditemukan Warga Kampung di Boyolali

5 Ular Piton Ditemukan Warga Kampung di Boyolali

Kini, ular-ular berbagai ukuran itu ditempatkan dalam satu kandang yang terbuat dari besi.

Baca juga : Negara Ini Tertimbun Sampahnya Sendiri

“Ular-ular ini ditemukan di sungai pada malam hari,” kata salah satu tokoh warga setempat, Sarjono, Minggu (8/4/2018).

Ular yang berhasil ditangkap paling besar panjangnya sekitar 3,5 meter dan yang paling kecil sekitar 1,5 meter. Satu ekor berjenis kelamin betina yakni yang paling besar. Sedangkan ular lainnya jantan.

Sarjono mengatakan, ular-ular yang juga biasa disebut sanca kembang itu ditangkap warga pada malam hari di sungai belakang kampung tersebut. Sungai tersebut mengarah ke Kali Gede di tengah Kota Boyolali.

Dijelaskan dia, awalnya hanya satu ekor saja yang ditemukan warga pada Sabtu (31/3/2018) malam pekan lalu. Ular berukuran sekitar 3,5 meter itu sedang merambat di dasar sungai.

“Malam itu sekitar pukul 19.00 WIB, ada warga yang melintas di jembatan kecil (tengah kampung) itu, melihat. Awalnya dikira biawak, ternyata ular,” terang Ketua RW Dukuh Ledoksari ini.

Setelah mengetahui yang merambat di sungai ternyata ular berukuran cukup besar, warga tersebut langsung meminta bantuan kepada warga lainnya. Kebetulan di pos ronda sedang banyak warga. Lantas ular itu coba ditangkap beramai-ramai.

“Awalnya, susah nangkapnya. Kemudian datang Pak Ponimin (warga setempat) yang memang sudah biasa menangkap ular,” katanya.

Oleh Ponimin, ular itu langsung dipegang kepalanya. Warga lainnya pun membantu memegangi badan dan ekornya. Selanjutnya, ular diangkat dari sungai.

Pasca penangkapan ular tersebut, lanjut dia, berselang dua hari kemudian warga kembali melihat ada seekor ular di sungai tersebut. Kali ini ukurannya juga cukup besar.

“Setelah warga menangkap satu ekor ular itu, berselang dua hari kemudian ada lagi ular di situ (sungai). Empat hari berturut-turut, ditangkap lagi empat ekor ular. Jadi ada lima ekor,” jelas Sarjono.

Menurut dia, sebelumnya di kampung yang kini disulap menjadi kampung pelangi dengan cat warna-warni pada dinding rumah warga itu, memang sering didatangi ular piton. Ular-ular itu dimungkinkan yang memangsa ternak ayam penduduk setempat.

“Banyak ayam warga yang hilang. Tetapi satu kali ketahuan ada ular piton yang sedang memangsa ayam warga. Di kandang ayam,” imbuhnya.

Banyaknya ular piton yang masuk ke perkampungan itu membuat resah penduduk setempat. Warga pun setiap malam meningkatkan kegiatan pos ronda dan sering mengecek ke sungai tersebut.

“Warga di sini ya resah, apalagi yang punya anak kecil-kecil kan kadang bermain di sungai. Takutnya kalau ada ular seperti itu kan, orang tua nggak tahu kan jadi bingung,” ucapnya.

Apalagi, diperkirakan masih ada ular piton berukuran besar di aliran sungai yang merupakan anak sungai Kali Gede itu.

Menurut Ponimin, masih adanya ular piton di sekitar kampungnya, karena sekitar satu tahun lalu dia pernah melihat ular berukuran lebih besar lagi. Namun ular itu tidak berhasil ditangkapnya.

“Kemungkinan masih ada, karena satu tahun lalu, saya pernah melihat (ular piton) lebih besar lagi. Tapi nggak ketangkap, karena tidak ada orang, sudah malam,” kata Ponimin.

(Png – sisidunia.com)