Home » Gaya Hidup » Sakit Perut Selama 2 Tahun, Seorang Wanita Alami Ini di Perutnya

Sakit Perut Selama 2 Tahun, Seorang Wanita Alami Ini di Perutnya



Jakarta – Seorang wanita awalnya tak mengira jika sakit perut yang dialaminya selama 2 tahun terakhir merupakan masalah serius. Wanita yang bernama Diana Zepeda (33) ini mengira sakit perutnya terjadi karena stres akibat pekerjaan dan pola makan yang buruk.

Sakit Perut Selama 2 Tahun, Seorang Wanita Alami Ini di Perutnya

Ilustrasi

Namun pemeriksaan dokter menyebut sakit perutnya ternyata merupakan masalah serius. Diana mengidap kanker usus besar (colon) stadium 4 dan harus segera menjalani perawatan kemoterapi dan operasi.

Baca juga : Viral, Polisi Ini Ajak Anak Terlantar Makan di McD

“Aku mengira ini lazim dialami wanita yang sudah berusia di atas 30 tahun. Berdasarkan internet, aku hanya mengidap diare dan ini sangat umum. Mungkin tukak lambung, wasir atau alergi masih masuk akal, namun kanker sama sekali tak ada dalam pikiranku,” ujar Diana, dikutip dari Daily Mail.

Selama 2 tahun terakhir, Diana memang rutin mengalami diare. Namun ketika pada Februari 2017 ia mengalami buang air besar (BAB) berdarah, ia sadar bahwa penyakitnya bukan sakit perut biasa.

Ia pun mulai melakukan perubahan diet, dengna tidak lagi mengonsumsi gula, produk susu ataupun biji-bijian dan kacang-kacangan. Hanya saja, tidak ada yang berubah. Gejala sakit perut Diana makin memburuk, dan ia mulai sering izin dari kantor karena sakit.

“Pergi ke dokter hanya karena masalah buang air kurasa memalukan. Aku takut dan enggan karena merasa ini hanyalah penyakit biasa,” tambah Diana lagi.

Pemeriksaan awal menyebut Diana mengalami infeksi bakteri E. coli. Selama melakukan pengobatan, kondisi kesehatan Diana malah bertambah buruk. Dokter pun menganjurkan ia menjalani kolonoskopi untuk melihat isi perutnya.

Alhasil, Diana positif mengidap kanker usus stadium 4. Ia mengaku kaget dan takut, mengingat tak ada riwayat kanker di keluarganya. Namun berkat dukungan sang suami, Alexander Sweeney, ia pun melanjutkan pengobatan.

“Jika aku berobat ke dokter 6 bulan lebih awal, mungkin aku tidak akan sampai mengalami kanker stadium 4. Tapi saat ini aku sudah selesai menjalani pengobatan dan kemoterapi, tumorku pun sudah diangkat. Aku harus menjalani kontrol setiap 3 bulan,” tutupnya.

(Png – sisidunia.com)