Home » News » Penjualan Kartu Perdana Anjlok Usai Pembatasan NIK

Penjualan Kartu Perdana Anjlok Usai Pembatasan NIK



Jakarta – Para pedagang kartu seluler merasa terpuruk semenjak ada aturan pembatasan satu nomor induk kependudukan (NIK) hanya dapat digunakan untuk tiga nomor kartu seluler. Ribuan stok kartu perdana yang akan mereka jual kini menumpuk dan terancam hangus.

Penjualan Kartu Perdana Anjlok Usai Pembatasan NIK

Ilustrasi

Keresahan para pedagang dan pemilik outlet itu diwujudkan dalam bentuk aksi damai. Mereka yang tergabung dalam Komunitas Niaga Celluler Indonesia (KNCI) Cirebon mendatangi diler Telkomsel di Jalan Tuparev pada Rabu (28/3/2018). Mereka bahkan merencanakan aksi secara nasional pada 2 April mendatang.

Baca juga : Pertanyaan Kuis Jokowi Sering Bikin Penerima Sepeda Grogi

Sebelumnya, KNCI melakukan rapat koordinasi dan menolak pembatasan satu NIK hanya untuk tiga SIM card. Ketua KNCI Cirebon Diki Abdullah Zarkasih menerangkan, sejak peraturan itu berlaku, omzet gerai turun drastis hingga 80 persen.

Diki mengatakan, outlet bukan hanya menjual satu atau dua kartu perdana. Minimal seratus, bahkan sampai ribuan. Sementara itu, registrasi dibatasi. “Harus pakai NIK siapa untuk registrasi agar bisa terjual? Sementara kartu internet bisa hangus,” katanya.
Pembatasan pendaftaran kartu ponsel sangat disesalkan pedagang, karena ribuan kartu perdana milik mereka terancam hangus (Pixabay.com)

Anggota KNCI Cirebon Firman Hidayat manambahkan, sejak adanya aturan pembatasan satu NIK tiga SIM card, omzetnya menurun hingga 80 persen. Firman kini memiliki sisa stok 3.500 kartu. Dia bingung bagaimana bisa menjual kartu-kartu tersebut.

(Png – sisidunia.com)