Home » News » Jangan Baper, Jawaban Lucu Anak SD Saat Ditanya Apa Itu Politik

Jangan Baper, Jawaban Lucu Anak SD Saat Ditanya Apa Itu Politik



Jakarta – Anak-anak memang sangat polos. Pasti akan menirukan apapun yang dilihatnya. Selain itu, yang diajarkan kepada anak sejak kecil akan mudah diingat hingga dewasa.

Jangan Baper, Jawaban Lucu Anak SD Saat Ditanya Apa Itu Politik

Ilustrasi

Banyak orang juga yang menyebut anak selalu jujur tentang apa yang dilihatnya. Rasa makanan enak-tidak enak, atau baik-buruknya seseorang.

Baca juga : Pria Penderita Sakit Jantung Ditemukan weas Saat Memancing

Hal itu seperti yang tergambar ketika anak ditanya soal politik berikut ini. Postingan pemilik akun Twitter Brian D. Earp mendadak mencuri perhatian netizen.

Pada postingan itu Brian memperlihatkan jawaban anak-anak sekolah dasar (SD) ketika ditanya, apa itu politik? Brian mengunggah foto isi dari sebuah buku berjudul ‘The Childern Mandela’.

Sebuah buku tribute untuk Neison Mandela dari anak-anak Afrika Selatan. Di dalam buku itu rupanya memuat kesan anak-anak tentang politik.

Dan Brian mengunggah halaman yang membuat jawaban anak-anak tentang politik yang justru sangat mengelitik. Begini jawaban mereka, anak-anak SD tentang politik dan politikus.

“When someone says. ‘I’ll give you five gold pieces if you will vote for me’ and then the person vote for him and then asks the person for the gold pieces and does not get them.” Hayley, age 9

“A bunch of adults fighting.” Jessica, age 10

“Politics is a group of people that kill people” Candice, age 9

“Politics is a lot of dumb people fighting to rule yhe country,” Lynsey, age 11

Sejak diunggah postinagn ini telah diretweet lebih dari 5 ribu kali dan mengumpulkan 9.589 like hingga Sabtu (24/3/2018). Netizen pun tak kuasa menahan senyum mendengar jawaban anal-anal tersebut.

Tapi buat politikus jangan baper yak, namanya juga anak-anak. Suatu saat mereka akan belajar tentang ilmu politik dan mengerti fungsinya. Tapi untuk mendengar jawaban anak-anak ini boleh lah terhibur.

“Ada alasan, mengapa mereka menyadarinya. Itu kebanyakan terjadi” terang salah seorang netizen meninggalkan pesan di kolom komentar.

(Png – sisidunia.com)