Home » News » Gadi Cilik Ini Tetap Berprestasi Meski Ekonomi Pas-pasan

Gadi Cilik Ini Tetap Berprestasi Meski Ekonomi Pas-pasan



Jakarta – Mungkin orang tua tidak bisa banyak memfasilitasi anaknya untuk ikut les ini dan itu karena keadaan ekonomi yang kurang baik. Namun orang tua tetap bisa menstimulasi dan memotivasi anak untuk percaya diri dan mengembangkan kemampuannya.

Gadi Cilik Ini Tetap Berprestasi Meski Ekonopi Pas-pasan

Assyfa

Ya, prestasi bukan dominasi anak-anak dari keluarga berada saja. Anak-anak dari keluarga dengan keadaan ekonomi yang terbatas juga bisa berprestasi. Assyfa ini buktinya.

Baca Juga :  Ciri-ciri Orang Yang Terkena Sihir dan Guna-guna

Bocah berusia 10 tahun yang duduk di kelas 5 SDN Impress Telo Baru I II Kota Makassar ini menjadi 3 besar dalam Anak Cerdas Indonesia (ACI) yang tayang di Trans7. ACI ini merupakan program pencarian anak cerdas yang dipilih melalui seleksi dari 34 provinsi di Indonesia. 30 Anak cerdas yang terpilih kemudian akan menjalani proses pembinaan dan live show di Jakarta untuk penentuan yang terbaik di antara anak-anak cerdas dan berkarakter lainnya.

Kegiatan ini sudah berakhir pekan lalu, Bun, Nah, Assyfa sendiri nggak menyangka dirinya menjadi salah satu pemenang.

“Kami dari Sulawesi Selatan, nggak akan sangka kalau Assyfa bakal masuk dan menang dalam 3 besar. Awal masuk 30 aja udah bersyukur banget, masuk 12 besar dan makin tinggi hingga sekarang makin bersyukur,” papar sang bunda yang ditemui selepas acara ACI di studio Trans7 beberapa waktu lalu.

Sang bunda mengatakan motivasinya anaknya mengikuti ACI ini adalah agar bisa menjadi anak yang lebih baik lagi. Dengan hadirnya Assyfa di ajang kompetisi ini bisa makin melatih dirinya dan dapat membanggakan orang tua serta kota asalnya.

Assyfa yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dan satu-satunya anak perempuan ini tidak ada ikut les atau kursus tambahan lho, Bun, di luar waktu sekolah.
“Tidak ada (les). Karena kami dari keluarga tidak mampu jadi Assyfa belajar semuanya otodidak,” papar ibunya.

Gimana awal mula Assyfa bisa mengikuti ACI ini? Jadi kebetulan waktu itu mereka sekeluarga melihat iklan televisi tentang ACI. Kemudian sang ibu pun meminta guru sekolahnya Assyfa untuk didaftarkan secara online. Gurunya pun mendaftarkan dan akhirnya Assyfa bisa jadi salah satu pemenang.

“Semua dibantu pihak sekolah juga dan sekolah juga yang mendukung Assyfa untuk ikut kompetisi ini,” papar sang bunda.

Assyfa adalah anak yang percaya diri. Tiap lomba apapun dia ikuti, seperti stand up comedy, menggambar, fashion show busana daur ulang, dan masih banyak lagi.

Pelajaran yang paling disukai Assyfa adalah menggambar. Maklum Assyfa bercita-cita menjadi arsitek.

Assyfa hidup bersama ibu dan ketiga saudaranya. Sang ayah sudah lama pergi entah ke mana. Sehari-hari ibunya berdagang keliling untuk menghidupi keempat anaknya.

ACI menjadi hal yang sangat berkesan untuk bundanya Assyfa. Iya, soalnya karena Assyfa ikut ACI, mereka berdua jadi bisa naik pesawat. Padahal dulu naik pesawat hanyalah angan-angan belaka.

Sang ibu berharap prestasi ini tidak akan membuat putrinya sombong. “Mengingat kami bukan dari keluarga mampu sebelumnya, berusaha tetap sama seperti Assyfa yang dulu, tetap rendah hati, berteman dengan siapa saja, dan kasih sayang terhadap siapa saja,” harapnya.

(Png – sisidunia.com)