Home » News » Nekat Goreng Lumba-lumba, Warga di Karangasem Diciduk Petugas

Nekat Goreng Lumba-lumba, Warga di Karangasem Diciduk Petugas



Bali – Dua warga Kubu, Karangasem, Bali, ditangkap polisi menangkap lantaran membunuh dan menggoreng lumba-lumba. Keduanya adalah I Nyoman Gomboh (52) dan I Wayan Mudiyana (44).

Nekat Goreng Lumba-lumba, Warga di Karangasem Diciduk Petugas

Lumba-lumba

Kapolsek Kubu, AKP I Made Suadyana, Kamis (15/3/2018) mengatakan, kasus itu bermula dari sebuah postingan akun Facebook Tut Toni, warga Darmawinangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu. Dalam akun itu lumba-lumba disembelih lalu digoreng.

Baca juga : Helikopter Militer Amerika Serikat Jatuh di Irak, 7 Orang Jadi Korban

Kepolisian bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali kemudian mencari pengunggah postingan itu.

Suadyana mengatakan, pembunuhan lumba-lumba tersebut terjadi pada Selasa (13/3/2018) lalu. Awalnya, I Nyoman Gomboh mendapatkan lumba-lumba saat menancing di laut. Lumba-lumba tersebut terlili siripnya oleh kail pancing.

Gomboh yang merupakan warga Tianyar itu kemudian membawa lumba-lumba itu ke pinggir pantai.

“Terlapor membawa ikan lumba-lumba di perahunya dalam keadaan mati. Dan, menurut terlapor bahwa ikan tersebut didapat dipancing yang terlilit siripnya,” kata Suadnyana, dikutip dari Tribun Bali, Kamis (15/3/2018).

Setelah tiba di darat, lumba-lumba tersebut kemudian dibawa teman Gomboh, I Gede Sudi Adnyana (34), ke rumah Gomboh. Di sana, Mudiyana menyembelih dan memotong-motong lumba-lumba itu dan digoreng untuk diambil minyaknya oleh Nyoman Gomboh.

Kini, dua pelaku diproses secara hukum oleh kepolisian. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai KSDA Bali, I Ketut Catur Marbawa mengatakan, ikan lumba-lumba merupakan satu di antara satwa liar yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dan PP Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan Satwa.

(Png – sisidunia.com)