Home » News » China Turut Berduka Atas Kematian Stephen Hawking

China Turut Berduka Atas Kematian Stephen Hawking



Jakarta – Stephen Hawking merupakan salah satu ilmuwan paling tenar. Tak heran jika banyak orang sedih dengan kematiannya, termasuk di China. Banyak sekali orang yang mengidolai sosok Hawking di negeri Tirai Bambu ini.

China Turut Berduka Atas Kematian Stephen Hawking

Stephen HAwking

Kabar meninggalnya Hawking langsung memuncaki trending topic di media sosial China, Weibo. Dan meraup 200 ribu komentar dalam beberapa jam.

Baca juga : Menangkap Pilgub Jabar, Deddy Mizwar Lebih Optimis

“Dia akan menjelajahi semesta dan galaksi-galaksinya, dan pada akhirnya akan kembali menjadi bintang paling terang. Dia adalah milik bintang-bintang dan telah kembali sekarang,” tulis salah satu pemujanya di Weibo.

Dikutip dari BBC, Rabu (14/3/2018), banyak orang di China membaca buku terkenal tulisan Hawking, yakni A Brief History in Time. Bahkan buku versi bahasa China dikabarkan paling laku nomor dua setelah versi bahasa Inggris.

Kunjungannya ke China pada tahun 2006 pun disambut besar-besaran, media China membandingkan kebintangannya dengan Tom Cruise. Dan ketika gabung ke Weibo di tahun 2016, pengikut Hawking langsung jutaan dalam hitungan jam.

Hawking memang digemari di berbagai belahan dunia, tapi di China mungkin popularitasnya lebih tinggi selain di Barat. Akademisi pintar dihargai tinggi di China. Terlebih Hawking mencapainya dengan kerja keras dan dalam kondisi sakit parah.

“Status Hawking di China hampir seperti superstar dan pemerintah China juga mengajarkan bahwa kekuatan sains sangat penting bagi masa depan negara,” tulis sebuah media di China dalam kunjungan Hawking di tahun 2006.

Hawking juga tidak mengkritik berbagai kebijakan China dan secara terbuka mengakui senang dengan negara itu. “Aku suka budaya China, makanan China dan di atas semuanya adalah wanita China. Mereka cantik,” katanya saat berkunjung ke sana.

Dia memuji bahwa orang China sangat pintar, pekerja keras dan mencapai banyak hal di sains dan teknologi. Hawking juga pernah berkolaborasi dengan seleb China di Weibo sehingga memikat anak muda.

“Apakah kamu ingin menjadi dokter, guru, ilmuwan, musisi, insinyur atau penulis, jangan pernah gentar dalam mengejarnya. Kalian adalah generasi selanjutnya yang akan membentuk masa depan,” demikian peannya pada mereka.

Dalam postingan terakhirnya di Weibo, ia berterima kasih ke jutaan follower-nya. “Sebuah pengalaman mencerahkan bisa berkomunikasi dengan kalian semua. Aku ingin melihat lagi apa yang akan dicapai orang China dalam hal sains dan luar angkasa,” sebutnya.

Kepergian Hawking pun membuat banyak ucapan duka bertebaran di internet. “Lahir di debu yang biasa saja, tapi menjadi milik bintang-bintang di atas sana,” tulis seorang netizen yang tulisannya dikutip media setempat.

(Png – sisidunia.com)