Home » News » Rombongan Siswa SMP Terbalik Saat Arum Jeram di Banjarnegara

Rombongan Siswa SMP Terbalik Saat Arum Jeram di Banjarnegara



Jakarta – Rombongan siswa SMP dari Kroya, Cilacap mengalami kecelakaan saat wisata air arung jeram atau rafting di Sungai Serayu, Banjarnegara, Jawa Tengah. Dalam kejadian itu, dua orang tewas dan empat luka.

Rombongan Siswa SMP Terbalik Saat Arum Jeram di Banjarnegara

Ilustrasi

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan insiden itu terjadi pukul 12.30 WIB, Minggu (11/3/2018). Dua orang yang tewas atas nama Kohar dan Ahmad Prihantoro AL Toro.

Baca juga : Banjir Rendam Ratusan Rumah di Kecamatan Jatiasih Bekasi

“Satu perahu berisi wisatawan 5-6 orang +1 orang Guide. Perahu wisatawan diapit oleh Tim rescue 4 orang yang berada di depan perahu wisatawan. Sampai di timur Jembatan Sigomerto, perahu wisatawan terbalik karena adanya jeram besar yang mengakibatkan perahu terbalik,” kata Sutopo.

Lima orang wisatawan berhasil diselamatkan oleh Tim rescue dan guide. Namun satu wisatawan bernama Kohar dan satu orang guide bernama Ahmad Prihantoro Al Toro hanyut di bendungan Singomerto karena arus yang besar hingga keduanya meninggal.

“Kejadian meninggal dalam kegiatan rafting wisata baru pertama terjadi di Kabupaten Banjarnegara, faktor penyebab segi keamanan dan keselamatan sangat kurang. Mengimbau kepada pengelola harus memikirkan faktor kondisi arus sungai yang apabila turun hujan sangat deras,” ujarnya.

Sutopo menyarankan kegiatan sekolah sebaiknya tidak melakukan di sungai saat musim hujan seperti saat ini karena bahaya debit banjir. Sekolah dan orangtua murid juga diminta aktif agar menunda kegiatan-kegiatan wisata di sekitar sungai.

“Sebab sudah sering terjadi musibah di sungai atau danau karena ada kenaikan debit banjir. Apalagi tidak semua murid bisa renang dan membawa peralatan yang memadai,” tuturnya.

Berikut data korban arum jeram terbalik:

A. Korban meninggal

1.) Ahmad Prihantoro Al Toro, 25 tahun, alamat RT 01 RW 01 Selagara, Kutayasa (Guide).
2.) Drs. Kohar Mutalim, 27 April 1964, alamat Cilacap (wisatawan).

B. Korban luka

1.) Afianto, 34 tahun, Parakncanggah RT 02 RW 07 (Rescue).
2.) Febriyanto, 19 tahun, Bojanegara Sigaluh (Guide).
3.) Priyo Handoko, 34 tahun, Magelang (Rescue).
4.) Surahmanto, 29 tahun, Bojanegar Sigaluh (Rescue).

(Png – sisidunia.com)