Home » News » Model Ini Dipenjara Akibat Bugil di Situs Bersejarah

Model Ini Dipenjara Akibat Bugil di Situs Bersejarah



Jakarta – Hal gila pastinya menyimpan risiko yang sama gilanya. Begitu juga dengan mencoba untuk bugil di salah satu cagar budaya yang sangat terjaga nilai religiusnya.

Model Ini Dipenjara Akibat Bugil di Situs Bersejarah

Ilustrasi

Kejadian ini menimpa seorang model asal Belgia saat dirinya berfoto bugil di lokasi bersejarah di Mesir pada 2017 lalu. Kuil kuno yang dianggap suci, ‘dilecehkan’ oleh aksinya yang sedikit gila. Untuk menebus kelakuannya, sang model yang diketahui bernama Marisa Papen dijebloskan ke penjara.

Baca juga : Rombongan Siswa SMP Terbalik Saat Arum Jeram di Banjarnegara

Seperti yang diberitakan Daily Mail, Papen bersama dengan fotografer Jesse Walker mendapat masalah setelah melakukan photoshoot di kuil kuno di Mesir. Sesuai dengan pernyataan Papen, dirinya melakukan hal itu sebagai bentuk ekspresi diri dan kebebasan dalam bersikap.

Namun, maksud tersebut ternyata tidak sejalan dengan peraturan pemerintah setempat yang sangat melarang tindakan tersebut. Foto bugil di kuil kuno itu dianggap sebagai hal yang memalukan dan mencoreng kesucian kuil tersebut.

Selidik punya selidik, pemotretan mereka pun tidak berdasar surat izin. Makanya, keputusan menjebloskan Papen ke penjara dianggap paling tepat agar tidak ada lagi orang yang mengikuti jejak gilanya.

Dalam keterangannya, Papen berkata bahwa dirinya mencoba menjelaskan kepada penjaga bahwa apa yang mereka lakukan hanya sebatas seni sebagai penghormatan tertinggi untuk budaya Mesir. Namun, sambung Papen, penjaga itu tidak dapat melihat hubungan antara telanjang dan seni.

“Di mata mereka itu porno atau semacamnya,” tegas Papen.

Di lain sisi, ada hal menarik alasan kenapa akhirnya mereka bisa tetap melakukan pemotretan di kuil tersebut. Secara sadar dan benar, menurut pengakuan Papen, dirinya menyogok penjaga kuil di dekat Piramida Giza untuk bisa melakukan sesi pemotretan bugil. Dengan iming-iming Rp270 ribu, mereka pun bisa melakukan pemotretan di sana.

Setelah Giza, keduanya melancong ke Luxor untuk mengunjungi Kuil Karnak. Ketika di Karnak ternyata penjagaan lebih ketat dibandingkan di Piramida Giza. Di Luxor, Papen dan Walker harus memikirkan rencana lain untuk bisa tetap menjalankan pemotretan. Mereka memutuskan untuk bersembunyi di kompleks sebelum waktu berkunjung tutup.

Papen menjelaskan, walau begitu, dia dan Walker tahu bahwa sekarang mereka ada di kondisi serius. Benar saja, empat petugas keamanan menangkap keduanya dan membawa mereka seperti dua anjing ke polisi setempat.

Papen menjelaskan, tanpa bisa berkata-kata dia bilang kepada Walker bahwa dia harus menghapus gambarnya.

“Kalau tidak, kita akan kacau waktu,” ungkap singkat Papen pada Walker.

Petugas polisi Mesir tidak mempercayai pasangan tersebut saat mereka memberi tahu mereka bahwa mereka hanya cek hasil foto dan tidak berfoto sama sekali.

Papen mengklaim polisi memaksa Walker untuk turun tangan untuk mencari kartu memori kedua, tapi tidak dapat menemukan apapun. Akhirnya mereka berdua dipenjara.

“Sel pertama yang kami temui dipenuhi oleh setidaknya 20 pria, ada yang pingsan di lantai, ada yang meremas tangan mereka melalui rel, ada yang berdarah, dan ada juga yang berteriak,” ungkap Papen.

Dia mengakui bahwa belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya dalam kehidupan nyata. Setelah beberapa jam di sel, Papen dan Walker dibawa ke depan hakim. Di sana Papen menjelaskan bahwa mereka terus memainkan peran sebagai turis bodoh. Alasan itu pun menurut Papen adalah cara yang tepat agar bisa terbebas dari penjara.

“Akhirnya, dia memberi kami peringatan dan menyuruh kami untuk tidak melakukan sesuatu yang sangat memalukan lagi,” tutur Papen seusai persidangan.

Sementara itu, saat mereka sudah kembali ke kamar hotel, Walker berhasil memulihkan gambar yang dihapus dari kartu SD dengan perangkat lunak khusus. Sampai akhirnya Anda bisa melihat fotonya ini.

(Png – sisidunia.com)