Home » Hiburan » Kaesang Klaim Bisnis Kulinernya Kini Lebih Populer Dibanding Milik Sang Kakak

Kaesang Klaim Bisnis Kulinernya Kini Lebih Populer Dibanding Milik Sang Kakak



Jakarta – Anak muda zaman now sudah mengenal rasa Markobar (Martabak Kota Barat), bisnis besutan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Markobar selama ini dikenal dengan delapan cita rasa varian di dalam satu potongan martabak. Belakangan, Markobar punya saingan. Tak lain pesaing itu adalah putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

Kaesang Klaim Bisnis Kulinernya Kini Lebih Populer Dibanding Milik Sang Kakak

Gibran dan Kaesang

Sejak tahun 2017 Kaesang sudah ikut menggeluti bisnis kuliner mengikuti jejak sang kakak. Kaesang menjadikan pisang sebagai bahan dasar utama diolah menjadi 4 varian rasa, dengan produk kuliner bernama ‘Sang Pisang’. Perang kuliner ini diklaim sebagai ‘perang saudara’ oleh mereka berdua. Namun, tentunya tetap dalam kerangka positif untuk bersemangat berbisnis kuliner sebagai anak muda.

Maka, kakak beradik ini menggabungkan kedua bisnisnya di dalam satu toko atau gerai Markobar di Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat pada hari Minggu (11/3). Kaesang sudah memiliki 10 cabang se-Indonesia, sedangkan Gibran yang sudah memulai bisnis sejak tahun 2015, kini sudah memiliki 33 cabang.

Lucunya, Kaesang mengaku hal itu demi efisiensi, ketika ditanya mengapa ingin berbisnis satu gerai menjual produknya bersamaan. Sehingga, dia tak perlu lagi menyewa tempat, tinggal menempel dengan gerai sang kakak.

“Kalau saya bikin lagi, buka kontainer lagi Rp 60 juta lalu sewa lagi. Mahal,” ujarnya tertawa.

Kemudian Kaesang juga mengaku tidak bermaksud ingin ikut-ikutan berbisnis kuliner. Tetapi justru dia memang ingin membalap kesuksesan Markobar.

“Saya memang ingin mengalahkan kepopuleran Markobar. Sekarang pun lebih terkenal Sang Pisang,” ujarnya tersenyum sambil menatap ke arah Gibran.

Gibran pun menjawabnya dengan senyum dan bijaksana. “Ya wajar, yang muda harus lebih sukses dari pendahulu dan seniornya,” kata Gibran.

Markobar dibanderol dengan range harga Rp 50 ribu hingga Rp 110 ribu. Sedangkan Sang Pisang di kisaran Rp 25 ribu per box. Keduanya berkomitmen ingin terus menjadi pengusaha kuliner dan berinovasi dengan berbagai menu.

“Kami ingin mengikuti jejak bapak kami yang dulunya kan juga pengusaha mebel. Jadi memang berkomitmen menjadi wirausahawan,” kata mereka.

(Png – sisidunia.com)