Home » Hiburan » Finalis Puteri Indonesia 2018 Ini Sempat Ditantang Menjawab Pertanyaan Dari Via Vallen

Finalis Puteri Indonesia 2018 Ini Sempat Ditantang Menjawab Pertanyaan Dari Via Vallen



Jakarta – Finalis Puteri Indonesia 2018 yang berhasil maju ke babak 11 besar harus menjawab pertanyaan yang berasal dari publik figur, tokoh masyarakat dan juga masyarakat luar.

Finalis Puteri Indonesia 2018 Ini Sempat Ditantang Menjawab Pertanyaan Dari Via Vallen

Wilda Octaviana

Seperti yang dirasakan oleh Wilda Octaviana perwakilan Kalimantan Barat yang mendapat pertanyaan dari penyanyi dangdut Via Vallen yang diajukan lewat Twitter.

“Presiden Jokowi gemar membagikan sepeda kepada masyarakat, dan kini bersepeda menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Bisakah anda menjabarkan falsafah bersepeda? #tanyaputeriindonesia,” tulis Via Vallen lewat akun Twitternya.

Dengan lugas, sesuai dengan waktu yang diberikan, yaitu selama 30 detik, Wilda Octaviana menjawab pertanyaan tersebut. Wilda Octaviana mengemukakan pendapatnya tentang falsafah bersepeda dalam lima poin.

Baca juga : Tepis Rumor Retak, Asmirandah Unggah Foto Mesra Bareng Jonas

“Menurut saya falsafah bersepeda yang pertama adalah dalam bermimpi kita harus maju tanpa ragu, yang kedua kita tetap harus mengayuh tanpa takut melewati jalan berlubang, yang ketiga mengatur keseimbangan tubuh dan pikiran, keempat bersepeda menggunakan transportasi tanpa mencemari lingkungan dan yang kelima adalah transportasi yang sangat tepat untuk masyarakat kita, Indonesia,” ujarnya di panggung malam puncak Puteri Indonesia 2018, yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan, Jumat (9/3).

Tak disangka, jawaban Wilda Octaviana atas pertanyaan Via Vallen itu membawanya maju ke babak enam besar Puteri Indonesia 2018.

Selain Wilda Octaviana, kelima finalis lainnya yang juga berhasil melanjutkan perjuangannya adalah Dilla Fadiela (Yogyakarta), Sonia Fergina (Bangka Belitung), Berliana Permatasari (Sumatera Selatan), Kidung Paramadita (Jawa Tengah) dan Vania Fitryanti (Banten).

(Png – sisidunia.com)