Home » News » Ngeri, Puluhan Siswa SMP 4 Pangkalpinang Kesurupan Setiap Hari

Ngeri, Puluhan Siswa SMP 4 Pangkalpinang Kesurupan Setiap Hari



Pangkalpinang – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung tengah ditimpa peristiwa yang tak lazim. Pasalnya, puluhan siswinya tiba-tiba menjerit dan berusaha berontak ditengah jam pelajaran maupun jam istirahat sedang berlangsung.

Ngeri, Puluhan Siswa SMP 4 Pangkalpinang Kesurupan Setiap Hari

Ilustrasi

Puluhan siswi tersebut diduga kemasukan roh halus alias kerasukan. Parahnya, kejadian itu sudah berlangsung selama satu bulan terakhir.

Baca juga : Seorang Pria Tewas di Hotel Usai Minum Obat Kuat

Kerasukan massal itu kembali terjadi pada Kamis 8 Maret 2018. Beberapa siswi yang baru saja keluar kelas sesaat bel istirahat berbunyi, tiba-tiba menjerit aneh yang kemudian berusaha ditenangkan oleh teman-teman, para guru dan staf SMPN 4 Pangkalpinang.

Kepala SMPN 4 Pangkalpinang, Arman mengatakan, kini sedang mencari solusi agar hal serupa tidak terulang lagi. Kejadian tersebut mulai terjadi sekira pukul 09.00 WIB ke atas.

“Kami juga heran, kadang-kadang dalam sehari itu ada 10 sampai 20 anak-anak kami yang kesurupan. Tapi setelah beberapa menit kembali seperti biasa lagi, kembali normal,” ujarnya kepada awak media di SMPN 4 Pangkalpinang, Kamis (8/3/2018).

Menurutnya, hal tak lazim ini terjadi dikarenakan beberapa hal yang mungkin tidak disadari oleh siswi itu sendiri. Anehnya dari sekian banyak siswa dan siswi di sekolah, hanya siswi pelajar perempuan saja yang sering mengalami hal aneh tersebut.

“Untuk penyebabnya sih banyak hal, mungkin masalah kebersihan, etika, hubungan dengan alam sekitar dan lainnya, hingga terjadi lah hal yang tak diinginkan,” paparnya.

Arman mengungkapkan, sebelumnya memang pernah kesurupan pernah menimpa sekolah tersebut. Namun, aktivitas belajar mengajar berjalan seperti biasa.

“Kini, pihak kami sedang berusaha menyelesaikan masalah hal gaib ini. Salah satunya memberi pelajaran di rumah bagi anak-anak yang sering mengalami kerasukan. Jadi, untuk sementara mereka tidak masuk dulu ke sekolah dalam tenggang waktu beberapa saat,” tukasnya.

Sementara itu, sekolah bakal rutin melakukan kerja bakti bersih-bersih lingkungan sekolah, menggelar pengajian di sekolah, sampai meminta bantuan dengan masyarakat, alim ulama dan tokoh masyarakat sehingga dijauhkan dari hal gaib dan para siswa siswi dapat belajar dengan tenang.

“Kami harap kejadian aneh ini cepat selasi, biar siswa siswi kami dapat belajar seperti biasa dan kami harapkan juga kepada para stake holder (pemangku kepentingan), instansi terkait agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan ini secepatnya,” pungkas Arman.

(Png – sisidunia.com)