Home » News » Orang Terkaya Benua Afrika Sumbang RP 48 Miliar Untuk Membangun Perguruan Tinggi

Orang Terkaya Benua Afrika Sumbang RP 48 Miliar Untuk Membangun Perguruan Tinggi



Jakarta – Orang terkaya di Benua Afrika, Aliko Dongote menyumbangkan kekayaannya sebesar US$ 3,5 juta atau Rp 48 miliar (estimasi kurs 13.776 per dolar AS) ke perguruan tinggi setempat yakni Bayero University. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun sekolah bisnis baru yang akan diberi nama Dangote Business School.

Orang Terkaya Benua Afrika Sumbang RP 48 Miliar Untuk Membangun Perguruan Tinggi

Aliko Dongote

Saat menyampaikan pidatonya di pembukaan sekolah bisnis, Dangote mengatakan bahwa sumbangan yang ia berikan ini adalah bentuk bakti dirinya pada Nigeria. Nantinya, sekolah bisnis tersebut merupakan yang pertama di Nigeria yang bisa mengeluarkan ijazah setingkat S3 (PhD).

Baca juga : Ridwan Kamil Ingin Menang Besar di Bandung

Nantinya, kata Dangote, sekolah bisnis buatannya tersebut juga akan memiliki kerja sama strategis dengan sekolah bisnis Amerika Serikat, Harvard.

“Minat saya untuk mendukung pendidikan tinggi di Nigeria berasal dari keyakinan bahwa kita dapat dan kita harus memberikan kualitas pendidikan yang sama di Nigeria seperti di tempat lain di dunia ini. Pendidikan berkualitas merupakan modal dasar dalam mengembangkan ekonomi dan masyarakat yang dinamis,” kata Dangote seperti dilansir dari Forbes, Selasa (6/3/2018).

Sekolah Bisnis Dangote terdiri dari beberapa kelas. Selain itu, akan ada auditorium berkapasitas 650 kursi, dua teater, perpustakaan serta pusat penelitian.

Aliko Dangote merupakan orang terkaya Afrika yang mereguk kekayaan dari pabrik semen dan komoditas ini mempunyai harta US$ 12,2 miliar. Selain semen, Dangote juga memperluas jaringan usahanya ke beberapa jenis komoditas, seperti pabrik pupuk hingga pengolahan minyak.

Semen Dangote menghasilkan 44 juta metrik ton per tahun dan ia berencana untuk meningkatkan produksinya 33 persen pada 2020. Dangote juga memiliki saham di perusahaan garam, gula, dan tepung terigu yang diperdagangkan secara publik.

Dangote dilaporkan beramal US$ 100 juta pada 2017. Miliarder ini menyumbang uangnya ke berbagai badan amal yang bergerak di bidang penanganan banjir, layanan kesehatan, dan pengangguran kemiskinan.

(Png – sisisdunia.com)