Home » News » Ridwan Kamil Ingin Menang Besar di Bandung

Ridwan Kamil Ingin Menang Besar di Bandung



Bandung – Dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang, Calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan perolehan 70 persen suara di Kota Bandung. Menurut dia, target itu realistis mengingat posisi terakhirnya sebagai wali kota Bandung.

Ridwan Kamil Ingin Menang Besar di Bandung

Ridwan Kamil

“Target sih 70 persen realistisnya. Mudah-mudahan bisa kami jaga,” ungkap pria yang kerap disapa Emil ini saat ditemui di kawasan Cinambo, Bandung, Senin (5/3/2018). Emil menilai, sejumlah program yang diberikan selama empat tahun terakhir kepada warga Bandung menjadi modal meraih banyak dukungan di kota kelahirannya.

Baca juga : Unik, Pedagang Ini Jualan Bakso Pakai Kemeja dan Dasi

“Saya meyakini warga Bandung insya Allah sudah cerdas bisa melihat perubahan dari mulai pelayanan RT/RW, lurah, camat seperti apa, upaya pemberdayaan Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) yang merata dan lain sebagainya saya kira realisitisnya segitu,” ujarnya.

Emil mengatakan, saat ini dia masih fokus bersosialisasi di kawasan Pantai Utara (Pantura) di mana nilai elektabilitas dan popularitasnya masih rendah.

“Masih ada jatah saya 60 hari di Pantura saya akan mendatangi karena 25 persen warga belum mengenal di Pantura,” ujarnya.

Emil mengaku banyak aspirasi warga yang menambah visi dan misinya selama dua pekan berkeliling Pantura. Salah satunya, soal kebutuhan perumahan bagi buruh.

“70 persen curhatan warga itu di ekonomi, buruh ternyata curhatnya bukan UMP tetapi bagaimana kami punya rumah,” kata Emil.

Dia pun menawarkan program membangun apartemen rakyat di kawasan industri untuk memangkas biaya operasional sekaligus menjadi solusi kebutuhan pemukiman kaum buruh.

“Maka kami ada program membangun apartemen di pabrik itu adalah solusi yang paling logis akan kita tawarkan bagi buruh se-Jawa Barat sehingga rumah dan tempat kerjanya tidak terlalu jauh,” tuturnya.

“Apa yang terjadi ongkos lebih murah, kebahagiaan lebih tinggi kalau kangen istri tinggal pulang lima menit bayangkan logika itu. Bisa memungkinkan di sepanjang Pantura karena kendala sekarang zona pabrik harus naik motor pindah ke rumahnya yang sangat jauh sehingga stress dan cost di jalan yang sangat mahal,” ungkapnya kemudian.

(Png – sisidunia.com)