Home » News » Tak Terima Anaknya Dicubit, Orangtua Murid Pukul Guru SD

Tak Terima Anaknya Dicubit, Orangtua Murid Pukul Guru SD



Sanggau – Kembali terjadi tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Kali ini terjadi tepatnya di SDN 31 Meliau, Emplasmen PTPN XIII Gunung Meliau, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Tak Terima Anaknya Dicubit, Orangtua Murid Pukul Guru SD

Ilustrasi

Seorang guru bernama Lastini diduga dianiaya Sukardi yang tak lain merupakan orangtua salah seorang siswa di SDN 31 Meliau. Guru itu pukul tepat di wajah hingga mengalami cedera.

Baca juga : Gempa 5,2 SR di Guncang Papua Tak Berpotensi Tsunami

Kapolsek Meliau, Iptu MR Pardosi, melaporkan Polsek Meliau telah menangkap Sukardi yang diduga pelaku penganiayaan guru SD itu. Penangkapan itu dilakukan karena adanya laporan penganiayaan terhadap Lastini pada Jumat, (2/3/2018).

“Penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis, 1 Maret 2018 pukul 15.45 WIB di Lapangan SDN 31 Meliau, Emplasmen PTPN XIII Gunung Meliau, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau,” kata Pardosi.

Pardosi memaparkan kronologi penganiayaan tersebut. Berdasarkan laporan Lastini, ketika Lastini tengah memberikan materi ekstrakulikuler di lapangan SDN 31 Meliau, datanglah Sukardi.

Tanpa basa basi, Sukardi langsung mendatangi Lastini dan menganiayai guru PNS itu dengan cara menggunakan tangan kiri memegang serta menarik kerah baju Lastini dari depan di hadapan siswa SDN tersebut.

“Tangan kanan Sukardi memukul wajah Lastini mengenai bagian hidung sehingga mengakibatkan hidung luka robek serta mengeluarkan darah dan rasa sakit pada bagian kepala,” Pardosi menambahkan.

Lastini langsung dibawa ke Klinik Kebun PTPN XIII Gunung Meliau untuk mendapatkan perawatan. Setelah kondisinya stabil, Lastini mendatangi Mapolsek Meliau mengadukan penganiayaan yang dialaminya.

Amarah Sukardi tak terkendali begitu mengetahui anaknya, A, dicubit oleh sang guru, yakni Lastini. Padahal, bukan tanpa sebab Lastini mencubit A. Siswa SDN 31 Meliau itu dinilai berkelakuan tidak baik ketika di sekolah.

“Pada hari Kamis ada kegiatan ekstra kurikuler, saat itu ada pelajaran, si anak nakal, guru menegur, diingatkan dan dicubit, namun si anak atau si murid, mengadu ke orangtuanya,” kata Pardosi.

“Nah si orangtua terlalu berlebihan menanggapi atau reaksinya berlebihan, dan mendatangi guru tersebut di SDN 31 Gunung Meliau, pada saat itulah terjadi percekcokan, dan si pelaku meninju ibu guru tersebut atau ibu Lastini,” dia menambahkan.

Pardosi mengatakan pihaknya telah melakukan tindak lanjut terkait kasus ini, berupa mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), interogasi terhadap korban dan pelaku, serta mengambil keterangan singkat saksi-saksi.

“Akan segera memproses tuntas perkara penganiayaan guru ini. Sedangkan, terhadap korban saat ini dirujuk ke RSUD Sanggau,” Iptu Pardosi menandaskan.

(Png – sisidunia.com)