Home » News » Diduga Terkam Warga, Buaya Raksasa Ini Ditembak Mati Polisi

Diduga Terkam Warga, Buaya Raksasa Ini Ditembak Mati Polisi



Jakarta – Sebuah kejadian nahas menimpa Andi Aso Erang (36), karyawan perusahaan sawit di Kutai Timur yang merupakan warga RT 04, Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran, Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim).

Diduga Terkam Warga, Buaya Raksasa Ini Ditembak Mati Polisi

Ilustrasi

Buaya sepanjang empat meter dan disebut warga setempat sebagai predator raksasa itu memangsa Andi pada 27 Februari sekitar pukul 15.00 Wita. Namun, buaya itu baru ditemukan kemarin, (2/3/2018). Warga menemukan jasadnya dalam kondisi tidak utuh di Sungai Kebuyahan, RT 05 Desa Marukangan.

Baca juga : Menkes Zimbabwe Anggap Kondom Buatan China Terlalu Kecil

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menjelaskan, kejadian buaya memangsa manusia itu bermula saat korban meminta izin kepada istrinya, Anisa (31) pergi berkunjung ke tempat orangtuanya di RT 05 Desa Marukangan, Selasa (27/2/2018).

Saat akan meninggalkan rumah, korban sempat mengatakan kepada istrinya, “Bila Sungai Kebuyahan di Desa Marukangan tidak banjir, akan mencari kerang,” ujarnya.

Esoknya, sekitar pukul 08.00 Wita, Jusnia (31), kakak korban, datang ke rumah korban dan bertemu dengan Anisa. Lalu, Anisa menanyakan apakah Andi Aso berada di rumah ayahnya di RT 05. Namun, dijawab Jusnia, korban tidak pernah ke rumah orangtuanya.

Adanya informasi tersebut, Anisa langsung menduga bila suaminya pergi ke sungai untuk mencari kerang. Jadi, pukul 08.30 Wita, Anisa bersama Amat (29), teman kerja korban, mencari keberadaan Aso di sekitar Sungai Kebuyahan.

Tepat di pinggir jalan dekat jembatan barak III PT Citra Palma Sejati (perusahaan sawit), istri korban yang ditemani Amat menemukan sepeda motor dan sepasang sandal milik Aso.

Mereka langsung bergegas memberi tahu keluarga lainnya. Sejak saat itu, keluarga dan warga sekitar mulai melakukan pencarian hingga sore. Namun, tak menemukan hasil.

Warga pun kemudian melaporkan kejadian hilangnya Aso ke pos polisi. Sekitar pukul 21.00 Wita, personel Pos Polisi Air Manubar, Kecamatan Sandaran bersama Pos Subsektor Manubar dan keluarga korban serta warga sekitar melakukan pencarian.

Jasad korban ditemukan tanpa kaki sebelah kiri dan tangan kiri. Selanjutnya, jasad dievakuasi ke rumah orangtuanya.

Sekitar 30 menit kemudian, tidak jauh dari lokasi penemuan jasad korban, tim gabungan pencarian menemukan seekor buaya yang diduga telah menerkam korban.

Brigpol Eko Supraptono langsung menembak buaya tersebut sebanyak lima kali hingga buaya tersebut mati. Buaya itu lalu dievakuasi dari Sungai Kebuyahan menuju kebun dekat rumah orangtua korban.

Akhirnya dilakukan pembedahan. Saat dibedah, ditemukan potongan kaki kiri dan tangan kiri korban di perut buaya tersebut.

Teddy menjelaskan, tembakan itu untuk menghentikan aksi liar buaya. Terlebih, keganasan buaya tersebut sangat meresahkan. Aparat juga merasa terdesak untuk menembak.

“Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap para saksi dan pemeriksaan di lokasi kejadian,” jelasnya.

(Png – sisidunia.com)