Home » News » Warga di Daerah Ini Bisa Tukar Sampah Dengan Sembako

Warga di Daerah Ini Bisa Tukar Sampah Dengan Sembako



Bangka – Untuk menabung sampah yang mereka bawa dari rumah, Sabtu (24/2/2018) kemarin di Kantor Lurah Srimenanti, warga Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka beramai-ramai menyerbu Bank Sampah. Sampah rumah tangga seperti gelas plastik, botol, aluminium dan sampah lainnya ditimbang dan dicatat dalam buku rekening yang dipegang oleh para nasabah.

Warga di Daerah Ini Bisa Tukar Sampah Dengan Sembako

Warga di Daerah Ini Bisa Tukar Sampah Dengan Sembako

Sistem yang ditetapkan bank sampah ini layaknya seperti menabung di perbankan. Untuk menarik minat warga menyetor sampah, maka pada hari itu warga dapat langsung menukar sampah dengan berbagai sembako yang lebih murah 50 persen dari harga pasaran.

Berbagai barang kebutuhan rumah tangga seperti beras, gula, minyak goreng, sabun diterjen dan lainnya bisa ditukar dengan sampah.

Oleh Sunaidi warga Lingkungan Sri Menanti, keberadaan bank sampah tersebut sudah dirasakan manfaatnya. Melalui bank sampah ini ia sudah berhasil menabung sebesar Rp 7 juta dari hasil memulung sampah.

Dirinya rajin mendatangi berbagai tempat rekreasi untuk mengumpulkan sampah.

“Saya mengumpul sampah plastik ini sudah setahun lebih. Dulu saya jual ke pengepul karena ada bank sampah saya tabung disini. Sudah ada Rp 7 juta lebih isi tabunganku,” kata Sunaidi.

Ia mengumpulkan sampah yang dipilah-pilah yang memiliki nilai jual ekonomis. Sampah tersebut dikumpulkannya dirumah kemudian setelah banyak disetor le bank sampah.

Diakui Lurah Sri Menanti, Ramzi keberadaan bank sampah di Kelurahan Sri Menanti sudah terintegrasi semuanya di TPS3R yang merupakan program dari satuan kerja PSPLP Kementrian PU yang bertujuan untuk mengolah sampah dari rumah tangga.

Sampah yang diperoleh dari nasabah atau rymah-rumah warga dipilah-pilah kembali. Untuk sampah organik dan anorganik akan dipilah di TPS3R.

“Sampah organik dijadikan kompos dan anorganik kita bersihkan dan kita jual kepada pengepul,” jelas Ramzi.

Bank sampah di Kelurahan Srimenanti ini sudah satu tahun lebih berdiri.

Dimana operasional bank sampah hanya membuka penyetoran sampah setiap hari Jum’at tetapi sekarang masyarakat bisa setiap hari menyetor sampah di TPS3R Srimenanti Jaya.

“Sistemnya sampah yang sudah kita pilah dari rumah bisa kita tabung. Jadi konsepnya seperti bank. Ada nasabah mereka mendapatkan buku bank akan dicatat. Kapan pun mereka mau ambil terserah. Harapan kita mereka ambil jika tabungan sudah banyak saja,” kata Ramzi.

Untuk saat ini TPS3R sudah melakukan penjajakan kepada BPJS kesehatan dan salah satu bank swasta untuk program ke depannya. Sekarang ini bank sampah yang dimiliki TPS3R Menanti Jaya ini merupakan bank sampah induk sehingga siapapun dan warga manapun bisa menabung di TPS3R.

Baca juga : Viral, Snack Ini Berhadiah Uang Tunai Rp 50 Ribu

“Tujuannya adanya bank sampah ini untum mensejahterakan masyarakat Srimenanti pada umumnya dan anggota bank sampah khususnya,” jelas Ramzi.

Mereka menarget tabungan yang disetorkan anggota 50 – 100 kilogram sampah yang ditabung atau per minggu bisa mendapat sekitar 200-an kilogram sampah.

“Kemampuan penampungan disesuaikan sekarang tempat kita lumayan luas dan sudah terlalu banyak tinggal kita jual saja di Rebo dan Kemujan,” jelas Ramzi.

Namun pihaknya mengakui untuk kompos hasil olahan sampah organik mereka sudah produksi 2,5 ton per bulan tetapi masih terkendala pemasaran.

Ia berharap ada dari pihak BUMN yang memiliki program penghijauan dapat memesan kompos di TPS3R Sri Menanti Jaya.

(Png – sisidunia.com)